STAR WARS: THE LAST JEDI (2017)

48 komentar
Lebih dari satu abad lalu Georges Méliès memperkenalkan sinema fiksi-ilmiah lewat A Trip to the Moon, publik sadar bahwa film bisa lebih dari sekedar cerminan keseharian yang mendominasi masa awal perfilman. Film mampu membuat terpana melalui petualangan kaya imajinasi, pula memancing segala jenis emosi manusia. Itulah pemicu kesuksesan Star Wars dahulu, saat George Lucas mengajak penonton menuju galaksi nun jauh di sana, di mana dunia serta isinya tampak asing dan baru tetapi perasaan dan perjuangan karakternya sama dengan kita. 

Melompat ke 2017, kesan itu masih terjaga. Pertempuran pembuka dahsyat kala pesawat pengebom milik Resistance dimbombardir kapal perang First Order sampai adu tebas lightsaber yang koreografinya makin dinamis akan menahan nafas penonton. Sementara tanah berlapis garam merah di Planet Crait tempat klimaks berlangsung merupakan contoh kesegaran fantasi yang dijaga keberlangsungannya oleh visi Rian Johnson (Brick, Looper). Di tangan Johnson, tidak ada aksi selipan. Semua bak pertunjukan utama penuh kepekaan artistik pun rasa. Seisi bioskop terkesiap ketika kecepatan cahaya yang identik dengan alat melarikan diri dipakai untuk membelah kapal induk raksasa. Teriakan penonton terdengar jelas, karena alih-alih musik menggelegar, Johnson memilih meniadakan suara. 
Deretan peperangan itu ada di luar jangkauan kehidupan nyata, tapi tentu kita pernah disentuh oleh gejolak ambiguitas kebaikan versus keburukan seperti yang dialami Luke (Mark Hamill), kemudian Rey (Daisy Ridley). Luke menganggap eksistensi Jedi dan pihak-pihak lain yang mengaku berada di "sisi putih" justru bertanggungjawab melahirkan "sisi hitam". Sebaliknya, Rey bersikukuh Jedi dibutuhkan demi menghentikan tirani First Order. Rey sendiri dihantui setumpuk masalah batin, dari mencari identitas orang tuanya, hingga mellawan godaan Kylo Ren (Adam Driver) agar beralih ke sisi gelap. 

Snoke (Andy Serkis), pimpinan tertinggi First Order yang kini tidak muncul sebagai hologram raksasa melainkan duduk di singgasana, dalam ruang berdinding merah yang memperlihatkan puncak pencapaian tata artistik The Last Jedi masih menjadi musuh utama. Resistance, di bawah pimpinan Jenderal Leia Organa (Carrie Fisher) makin tersudut, memaksa Finn (John Boyega), Poe (Oscar Isaac), dan Rose (Kelly Marie Tran) melangsungkan misi diam-diam untuk menyabotase pesawat First Order. 
Kisah maupun problematika personal karakternya semakin kompleks, kuantitas pun bertambah. Bahkan sebelum klimaks, fokus alur sempat terbagi di tiga titik, yang berkat kepiawaian Johnson menulis naskah serta menyusun narasi visual, sanggup terjalin rapi sekaligus memberi porsi merata bagi tiap tokoh, baik itu Vice Admiral Holdo (Laura Dern) sampai Rose si mekanik yang awalnya tampil selaku penyegar suasana sebelum diberi porsi dramatik, termasuk obrolan dengan Finn di beranda kasino yang turut menegaskan kapasitas Johnson menulis dialog penuh makna. 

Banyaknya tokoh dan konflik adalah penyebab durasinya mencapai 152 menit, yang urung terasa lama berkat dinamika konsisten bersumber kekayaan emosi. Kadar humor termasuk penempatannya tepat, khususnya keputusan jitu memanfaatkan talenta komedik Mark Hamill di beberapa kesempatan. Star Wars kerap menyimpan cinta bagi sosok hewan, tak terkecuali The Last Jedi. Mata jadi media "berbicara", dari menggemaskannya Porg atau Falthiers yang seolah bisa menyampaikan pilu dan keramahan. Makhluk aneh yang dapat membuat penonton percaya mereka memiliki jiwa. Ini salah satu alasan trilogi aslinya dicintai sedangkan prekuelnya tidak. 
Namun Johnson tidak lupa bahwa The Last Jedi bercerita mengenai peperangan maut melawan penindas kejam. Selain tawa, kita pun dihantam ketegangan tatkala karakternya menghadapi rintangan berat. Berulang kali The Last Jedi merangsek menuju keputusasaan yang seolah tanpa jalan keluar, kemudian melambungkan kita lewat sederet momen pemancing sorak sorai sarat kejutan. Berbagai twist film ini bukan hanya mencoba mengejutkan, menjadi spesial karena menggambarkan betapa di tengah kekacauan dan pertikaian kompleks, sikap seseorang sulit diduga. 

Bila The Force Awakens mengetengahkan nostalgia, The Last Jedi menatap masa depan sembari menghormati warisan masa lalu. Kental penghormatan tapi tak lupa mengajak melangkah maju. Pula merupakan surat cinta untuk mendiang Carrie Fisher, di mana sebuah adegan indah nan menyentuh menyatakan bahwa dalam dunia tanpa batas Star Wars, maut nampak tak berdaya di hadapan General Leia Organa. Saya memilih mengesampingkan beberapa kelemahan kecil dan memberi Star Wars: The Last Jedi nilai sempurna setelah mengajukan pertanyaan "apa lagi yang saya harapakan?"

48 komentar :

Comment Page:
Kevin Jonathan mengatakan...

apakah banyak kejutan yang tidak diduga bang?

Chan Hadinata mengatakan...

Mas.. sy sdh brapa kali nonton star wars seingat sy yg pertama tahun 2000.. lupa star wars brapa tuh..
Tapi smpe skrg susah sukanya sm film ini mngkin krn sy gak bgitu suka dgn tema luar angkasa (kecuali interstellar hehe)
Bagus sih bagus tapi gak memorable.. sorry buat fan star wars hehe
Apakah dgn 5 bintang ini bisa memutar balikkan ekspektasi penonton sprti sy??

Ilham Ramadhan mengatakan...

5 stars again?

berarti wajib nonton :D

adel mengatakan...

kayaknya itu bukan pemberontak lagi deh, tapi Resistance (kelompok yg mendukung republik).

Rifal Nurkholiq mengatakan...

Kalau dibandingkan antara The Last Jedi, Force Awakens & Empires Strike Back. Urutan dari yang paling bagus gimana?

benny salim mengatakan...

Berharap star wars jg disutradarai abang tarantino kayak star trek, biar dapat r rated wkwkw

Briyogi Shadiwa mengatakan...

Sejujurnya saya seperti menonton Gabungan EPISODE V dan VI dalam versi yang lebih segar, walau ada sedikit kelemahan (side-story di casino) saya tetep setuju om memberikan bintang 5.

(adegan ending dengan "sapu" itu cukup menarik perhatian, gimana menurut om?)

Rasyidharry mengatakan...

@Kevin Ya seperti udah ditulis di review, ada beberapa

@Chan Ya kalau yang ditonton Episode I-III mah emang bikin bosen. Kalau alasannya karena nggak suka space opera (yang berarti nggak akan suka Guardians of the Galaxy & Star Trek), ya susah. Bakal enjoy, mungkin.

@Ilham Of course. Setiap film Star Wars wajib :)

@adel Ah yes, kebawa Rebel Alliance. Thanks koreksinya :)

@Rifal Lebih bagus dari The Force Awakens, setara The Empire Strikes Back (tanpa memperhitungkan teknologi yang jauh lebih maju)

@benny Walau fans Tarantino, menentang keras kalau dia garap Star Wars. Star Trek masih boleh deh haha

@Briyogi Waw, awalnya sempet nulis hal yang sama di review ini (gabungan Episode V & VI), tapi dihapus karena kepanjangan. Ada perasaaan "all hope is lost" ala Epire sama "fulfilling the destini" Return of the Jedi. Ending-nya bikin judul "The Last Jedi" jadi jauh lebih bermakna :)

Chan Hadinata mengatakan...

sampe skrg aja sy masi susah bedain mana star wars mana star trek wkwkwk

agoesinema mengatakan...

Gw punya semua filmnya (hasil donlotan). Belum minat ditonton
Ada saran gak bang harus nonton dari mana? Supaya jatuh cinta dgn franchise ini

Oya pertama kali nonton star wars yg orisinilnya waktu kecil,
Saat itu sy suka bgt krn mungkin waktu itu sy masih kelas 4 SD (nontonnya di TVRI). Empire strikes & return of jedi blm nonton.

Trus langsung nonton episode 1 Phantom Menace dan yg terakhir nonton force awaken hanya karena penasaran lihat trio the raid

Rasyidharry mengatakan...

@Chan Beda banget, ibaratnya, Star Wars lebih "swag", Star Trek "nerd". Tapi sejak di-reboot Abrams Star Trek jadi deket ke Star Wars sih

@agoesinema Urutan dari rilisnya aja. 4-5-6, lanjut ke prekuel. Kalau dari 1-2-3 keburu bosen di awal

Sony Tetsuya mengatakan...

Menurut mas rasyid bumi itu bulat apa datar ......
������

Anonim mengatakan...

bang rasyid atau siapapun pembaca blog ini,kalo sebelumnya belom pernah nonton film star wars bakal ngerti ga nonton film ini?

Rasyidharry mengatakan...

Ngerti kok. Dampak emosinya mungkin nggak akan maksimal, tapi bisa jadi jalan perkenalan dengan Star Wars.

Zulfikar Knight mengatakan...

"From the guy who brought you Don Jon"

Sony Tetsuya mengatakan...

Maaf sebelumnya, menurut mas rasyid bumi itu bulat apa datar heheh.....

Anonim mengatakan...

Still same plot hole.
Who is Snoke really are?
And how he get strong force?

SALEMBAY mengatakan...

Yang jadi cameo gimana bang kece.. Gak..?

Rasyidharry mengatakan...

@Sony Wait, what? Haha komen paling random di blog ini. Bulat :)

@Anonim Daripada plot hole, lebih tepat disebut unanswered questions. Masih ada satu episode. Dan kalau nggak dijawab pun, nggak mempengaruhi cerita. Deskripsi "force sensitive" sudah cukup.

@Salembay Nggak merhatiin. Lha cameo-nya numpang lewat dan pakai kostum stromtroopers/voice over doang :D

Anonim mengatakan...

Menurut gua nih film bagus kalau tdk ada plot Casino nya yang mengganggu. Cukup fokus di trio Rey-Ben-Luke.
Mungkin supaya Finn dapat porsi juga.

Christopher Soumokil mengatakan...

Tp kalau diperatiin imbas dr plot kasinonya ngena bgt kok. Pas terakhir sebelum kredit muncul. Ada anak kecil mau ambil sapu. Ini mata gua yg salah atau gmn tp tu anak gua liat ngambil sapunya make energi jedi. Wkwkwk kyknya gua yg gak fokus deh abis tuh sapu tiba2 melayang ke dia.

Ilham Ramadhan mengatakan...

setuju dengan adegan yg hening ketika pesawat dengan kecepatan cahaya membelah pesawat. saya sampai menahan napas ketika adegan tersebut.

adegan2 ketika mereka ditekan lalu berhasil itu bikin deg2an.

kehadian rose sebagai penyegar film bikin keadaan tegang lalu rileks kembali.
begitu juga dengan luke skywalker, bisa bercanda juga hha

adakah kemungkinan lanjutan star wars (bukan subplot seperti rogue), mas ?
soalnya carrie fisher sudah berpulang (CGI nya nampak dimata saya)
mengingat adegan anak dengan "sapu" itu seakan2 ngasih tanda bakalan ada lanjutannya dan kylo ben masih hidup :D

Anonim mengatakan...

Lebih bijaksana tidak mencoba menonton film yg kita tahu secara tema memang sudah tidak mengena dg selera kita. Jangan nonton sbh film hanya karena orang lagi ramai membicarakannya, tp lalu tidak bisa menikmati.

Misalnya tidak suka film musikal tapi nonton La La Land misalnya (tapi seusainya menggerutu "film apaan sih.. ngantuk guah.." pake bangga lagi). Hehe. Ada lho yg begitu.

Kita tidak harus nonton setiap film yg lagi ngehits kok.

Rasyidharry mengatakan...

@Christopher Nah, sub-plot casino itu sekilas cuma buat kasih Finn & Rose kerjaan, tapi efektif kok buat munculin kesan "damn, rencananya gagal". Dan ya, si bocah itu force sensitive :)

@Ilham Sialan si Luke, kalimat "reach out..." yang di trailer kayak serius ternyata goblok. Episode IX sudah confirm 2019 kok, setelah film Han Solo di 2018. Dilihat dari ending, bisa jadi ceritanya fast forward beberapa tahun, jadi menjelaskan kenapa Leia udah nggak muncul (bisa penisun, live a happy life, atau meninggal dengan tenang).

Ilham Ramadhan mengatakan...

hha mungkin karena perawakannya seperti orang tua yg galak. lawakannya bagus karena ekspresi dia itu serius hha

oh baguslah, wah subplot lagi. cerita awal han solo ya? sama kyk rogue.

mungkin menyusul cerita luke skywalker.

ditunggu review jumanji dan susah sinyal :D

Anonim mengatakan...

Lebih bijaksana tidak mencoba menonton film yg kita tahu secara tema memang sudah tidak mengena dg selera kita. Jangan nonton sbh film hanya karena orang lagi ramai membicarakannya, tp lalu tidak bisa menikmati.

Misalnya tidak suka film musikal tapi nonton La La Land misalnya (tapi seusainya menggerutu "film apaan sih.. ngantuk guah.." pake bangga lagi). Hehe. Ada lho yg begitu.

Kita tidak harus nonton setiap film yg lagi ngehits kok.

Bobby Arbie mengatakan...

menurut saya kekurangannya subplotnya finn sama rose,lebih ke nitpick aja sih selain itu film ini bagus banget terbaik setelah empire strikes back

Rasyidharry mengatakan...

@Ilham Yap, 2018 Han Solo, 2019 Episode IX, menyusul film Boba Fett, Obi Wan, & trilogi barunya Rian Johnson.

@Anonim True, cukup tonton yang mau ditonton karena pengen dipuaskan :)

@Bobby Setuju, ada di atas bersama Empire & A New Hope.

Rajendra Rangga mengatakan...

Sebelumnya mari menerbitkan cipta untuk Admiral paling memorable, Admiral Ackbar.
Main penasaran gimana mereka ngespin eps 9 nanti. Rumornya kan eps 9 harusnya episodnya Leia. Cuma itu alesan utama adegan di anjungan ada.

Rasyidharry mengatakan...

Rencana awal gitu, Eps.VII Han, VIII Luke, IX Leia. Statement resmi sih Carrie nggak akan muncul dalam bentuk apapun, but let's see

Anonim mengatakan...

Yup, karakter trio legend mati satu per satu di trilogi baru ini. Dan tiap kematian nya memorable.
Mungkin di eps IX prolog nya menyatakan Leia meninggal dengan tenang.

Anna B mengatakan...

Masih ga ngerti kenapa score yang dari audience di rotten tomatoes rendah, padahal menurut saya ini film yang bagus banget. Emang apa sih ekspetasi para fans?

hergia luqman mengatakan...

Wah, jarang-jarang bang Rasyid bisa ngasih rating sempurna kayak gini. Berarti bagus banget ya bang?




Btw mau nanya, film terbaru P.T. Anderson, "Phantom Thread" menurut bang Rasyid bakal tayang di Indonesia gak? Dan itu bisa berpotensi dapet nominasi Academy Awards tahun depan apa nggak?

Rasyidharry mengatakan...

@Anna Di mata banyak fans, Star Wars itu soal "the chosen one", soal bloodline Skywalker. Begitu Rey diungkap bukan keturuan siapa-siapa, dan The Last Jedi ngomong "move on, waktunya generasi baru menggantikan generasi lama", banyak yang nggak terima. Banyak juga yang mempermasalahkan soal penggunaan force (Luke bikin hologram dirinya, telepati Kylo-Rey). Justru itu yang hebat, TLJ berani dobrak banyak batasan. Sayangnya beberapa orang belum bisa move on :)

Rasyidharry mengatakan...

@hergia Tahun ini sering kok, total 5 film dapat sempurna :)
PTA belum ada riwayat tayang sini, kecuali berjaya di Oscar ya nggak akan masuk. Dan so far peluangnya kecil, paling nominasi Best Actor buat Day-Lewis. Itu pun di Screen Actor Guild Awards nggak dapat nominasi.

hergia luqman mengatakan...

Oke, terima kasih pencerahannya bang Rasyid. Saya termasuk penggemar blog ini, layak sekali untuk jadi pertimbangan buat tonton/tidak film yang sedang tayang di bioskop dan juga saya suka gaya pembahasan yang bang Rasyid pakai untuk mereview film yang ada.

Rasyidharry mengatakan...

Thanks, semoga bisa terus membantu ya :)

Lucass mengatakan...

Lucu juga sih ketika lihat salah satu komentar kritikus tentang Snoke yg ada benernya juga, "There is no revelation about his origins. Just a simple bad guy who was born out of nowhere and wanted to destroy the Jedi and take over the Universe... I mean COME ON, such a stupid way to go."

Rasyidharry mengatakan...

@Lucass I disagree. Latar belakang penting, selama punya pengaruh ke cerita. Bahkan Darth Sidious pun di trilogi awal cuma "generic big bad guy". Buat Snoke, latar yang nggak digali justru memperkuat tema TLJ: "waktunya yang tua minggir, ini era generasi baru". We don't know who Snoke is, because he doesn't really matter. In the end, he's just a pathetic old guy who seeks for the glorious old day that already passed. This is Kylo's time, and Snoke's death scene (easy decapitation) perfectly captured that purpose. Kylo Ren is the real deal, not Snoke. That's the biggest twist.

Alini Pramestias mengatakan...

Bang Rasyid, pas nonton ini sebelum mulai ada trailer infinity war ga? *pertanyaan ga penting* 😂😂😂

Rasyidharry mengatakan...

Eh? Emang udah ada bioskop sini muter trailer Infinity War? Waktu itu sih nggak. CGV soalnya cenderung muter yang bakal rilis di waktu dekat kayak The Greatest Showman & AAC 2

iben keren mengatakan...

Klo menurut ane sih, sempat ada boringnya nonton film ini. Adegan actionnya masih kurang memorable. Heee.. Ane rating 7 dari 10 aja. Peace..

Kasamago mengatakan...

cukup variatif dari the force awaken.. overall suka apalagi adegan duel Kylo - Rey vs Guardian nya Snoke. Nilai dari saya 4.2/5

Nitip review : https://goo.gl/2A8T91

Bibir Toni mengatakan...

Akhirnya nonton juga, bisa ngobatin kekecewaan setelah force awaken yang boring.mantap

rudyanto bona mengatakan...

Baru ngeh pas ntn kedua kalinya ternyata semua kitab2 jedinya master Luke itu terselamatkan oleh Ray dan ada di millennium falcon...damn

Hah...stlh ntn TLJ ini trjwb sdh teka-teki Ray. Kirain mah dia adik kakak dgn Ben dan ortunya dia Han & Leia sama spt sejarah star Wars sblmnya (twins).

Dan trnyata she's not the blood line of Skywalker just another force sensitive people like temiri blagg (kids w/ flying broom)

Rasyidharry mengatakan...

@rudyanto Sama, baru sadar pas nonton kedua kali ada kitab itu di laci Falcon.

Nah itu, Rey bukan keturunan siapa-siapa. She's a nobody from nowhere, but can be a hero. Relatable :)

Anonim mengatakan...

Halo bang, tolong jelaskan bang, force sensitive itu apa? Makasih

Rasyidharry mengatakan...

@Anonim sederhananya, seseorang yang force sensitive itu bisa lebih mudah mengolah force di sekitarnya, karena punya lebih banyak midi-chlorian dalam sel. Konsep ini dijabarin di eps.1-3, pertama muncul di eps.4