BLACK PANTHER (2018)

66 komentar

Di Black Panther, Wakanda digambarkan sebagai negara adidaya makmur, berteknologi maju, yang tak melupakan akar kulturalnya. Sementara para pemegang tampuk kekuasaan tidak memanfaatkan kekuatan mereka untuk berlaku semena-mena. Itulah surat cinta sekaligus pernyataan filmnya. Apabila kulit hitam yang ditekan diberi kuasa dan sumber daya, apakah mereka akan balik  menginjak-injak? Dengan tegas Black Panther menjawab, “TIDAK”. Ketika realita memperlihatkan Trump enggan menampung pengungsi, T’Challa (Chadwick Boseman) membuka pintu Wakanda lebar-lebar. Setelah pengalami pergolakan batin dan politik tentu saja.

Bisakah orang baik menjadi Raja? Menurut mendiang T’Chaka (John Kani), hal itu sulit, sehingga takkan mudah bagi sang putera memimpin Wakanda. Bagaimana T’Challa berusaha menjadi Raja sebaik mungkin yang dapat memakmurkan dan membahagiakan rakyatnya adalah fokus utama Black Panther. Tidak ada invasi alien, tidak ada Dewa kematian menyerbu. Skala dijaga di lingkup internal Wakanda, dan sebagaimana negara kebanyakan, perebutan kekuasaan serta invasi asing jadi problematika. Ulysses Klaue (Andy Serkis) adalah pihak luar yang ingin mencuri vibranium, tapi ancaman terbesar selalu berasal dari dalam.
Datanglah Erik “Killmonger” Stevens (Michael B. Jordan) demi merebut tahta T’Challa sekaligus bergabung bersama Loki, Baron Zemo, dan Vulture di jajaran villain terbaik MCU. Mampu ia jatuhkan T’Challa ke titik terendahnya, satu hal yang tidak semua villain bisa lakukan pada pahlawan super. Pun terdapat alasan personal sehingga Erik Killmonger tak semudah itu diklasifikasikan sebagai “orang jahat”, di mana pertemuan dengan sang ayah memberi momen personal yang memantapkan pondasi penokohan itu. Saat Chadwick Boseman adalah Raja yang meneduhkan, maka Michael B. Jordan menjadi ekstrimis berapi-api. Keduanya karismatik.

Mengusung gesekan ideologi bernuansa politis, wajar tatkala Black Panther tanpa injeksi humor sebesar mayoritas film MCU, meski balutan komedi tetap hadir dalam takaran secukupnya. Apa jadinya film positif nan penuh harapan macam Black Panther jika tidak dibarengi tawa? Naskah tulisan sutradara Ryan Coogler bersama Joe Robert Cole mungkin bukan naskah dengan alur revolusioner, bahkan cenderung repetitif. Tapi kekurangan itu ditebus lewat dialog kaya subteks soal ras, politik, hingga budaya.
Bicara mengenai budaya, suasana afrofuturism milik Black Panther jelas salah satu penataan artistik terbaik dalam film pahlawan super. Kostum beraneka warna berbalut desain unik, beberapa upacara adat, bahkan pesawat milik T’Challa menyerupai topeng suku-suku di Afrika. Peleburan sisi tradisional dan modernnya berjalan sempurna. Wakanda melestarikan budaya tanpa menutup pintu akan perkembangan teknologi, seperti diwakili oleh Shuri (Letitia Wright), adik T’Challa yang memfasilitasi Ryan Coogler menyuntikkan rasa James Bond ke dalam Black Panther.

Sayangnya Coogler belum terlalu ahli merangkai adegan aksi. Tampak jelas kala klimaks medioker berbalut CGI ala kadarnya berlangsung. Tapi itu pun dikarenakan deretan aksi yang mendahuluinya jauh lebih superior: Kejar-kejaran di jalanan Korea yang melibatkan senjata futuristik hingga pertarungan memperebutkan tahta di samping air terjun yang kental keindahan budaya termasuk musik nuansa Afrika buatan Ludwig Göransson. Semua hal dalam Black Panther, entah musik, kostum, atau penghormatan ala Wakanda bakal membuat black culture lebih terdengar bahkan terlihat keren di mata publik. Apa saya sudah menyebut kalau film ini turut meninggikan para wanitanya yang demikian tangguh? Sungguh sebuah representasi penting.

66 komentar :

Comment Page:
Anonim mengatakan...

Spoiler
.
.
.
.
.
.
Soul Stone berada di cincin Tchalla

Anonim mengatakan...

Best MCU villian.
Loki, Baron Zemo, Vulture and Killmonger.

Next will be THANOS

Christopher Soumokil mengatakan...

Credit scene cmn 1 kali ya?

Rasyidharry mengatakan...

@anonim Sampe Thanos melempem, bubarin aja MCU

@Christopher 2 kali, mid dan after credit

Imam Raharja mengatakan...

apakah ini termasuk salah satu film marvel terbaik?

agoesinema mengatakan...

Barusan nonton. Kursi bioskop hampir terisi semua tp terasa sepi krn penontonnya terkesan anteng2 saja, bahkan disamping gw malah main hape. Gak tau apa filmnya yg kurang menarik atau gimana.. menurut gw sih ceritanya menarik tp eksekusi laganya yg medioker, tokoh yg mencuri perhatian di film ini justru Shuri (adik Black Panther)

Rasyidharry mengatakan...

@imam boleh lah masuk top 5 :)

@agoesinema di luar action yang biasa, ini soal ekspektasi. Penonton umum ya harapannya Marvel itu full action dan ketawa-ketiwi

yazuli al amin mengatakan...

Film marvel yg paling menyentuh, semuanya pas

Beny Kristia mengatakan...

asik juga sih villainnya punya motif baik yg make sense mikir kedepan buat membela "sodara-sodaranya" di luar sana, tapi eksekusi dan caranya itu yang menjadi masalah. best bener, lah villainnya.

Billy Simamora mengatakan...

Cukup enjoy sih filmnya.. Kita benar benar diajak mengenal Wakanda beserta segala di dalamnya.. Jadi nunggu Infinity War di Wakanda nanti.. Yang kurang menurut gw action-nya sihh...

Muhammad Faisal Aulia mengatakan...

Pokoknya kalau atas nama film Marvel ,mas rasyid selalu ngasih rating gede?

Dari awal Black Panther secara penokohan kurang kuat dan kurang familiar dan buat apa coba pentingnya wakanda dalam kehidupan sehari2? Negara buatan yg aneh.

Tanpa Black Panther pun, MCU msh tetep ok kok.

Muhammad Faisal Aulia mengatakan...

Villain Vulture sampah bro, semenjak spiderman ditangan MCU, makin ga jelas mau dibawa kemana film spiderman kalau cuma ambisi nyari duit doang. Cerita dangkal nan ababil

Rasyidharry mengatakan...

@Benny Nah itu, minoritas mana pun bakal relate sama Killmonger.

@Billy Betul, lebih tepatnya karena jumlah action yang dikit, sekalinya kurang oke jadi berasa banget

@Muhammad Please, pola pikirnya dibalik. Bukan karena "suka sama Marvel jadi kasih rating gede" tapi sebaliknya. Monggo dibaca baik-baik review-nya dan jangan lihat angka doang :)

Lucass mengatakan...

Thanks god black panter tidak dibuat dengan sense of humor yang berlebih layaknya Thor Ragnarok yg jadi ngurangin feel nonton film nya krena smua dijadiin candaan, untuk Black Panther justru menikmati si dengan semua takarannya yang pas gini, jadi rindu film DC yang bernuansa dark tapi tetep tampil prima, cmonn DC buatlah bagusnya film marvel ini buat jadi motivasi, krena fanboy mu akan slalu menunggu

Osirisia mengatakan...

Komentar pertama dari saya ya mas rasyid. biasanya anteng aja nyimak. hehehe

Memang tema yang diangkat keren, apalagi hingar bingar-nya rasisme saat ini. Tapi kok kurang nonjok ya. Yaah, namanya juga soal selera, pasti tiap2 orang punya penilaian berbeda. :D
Btw, bener juga @Lucass, kalo film ini terlalu receh atau sm recehnya dengan Thor:Ragnarok, besok2 saya kalau mau nonton film MCU mesti nunggu reviewer kesukaan dulu dah. Kalau filmnya serius, itu bukan MCU's style banget, tapi kalau terlalu receh komedinya, bikin kening berlipat sebanyak lipatan perut. :P
Yg jelas, film BP masih worth it to watch lah, tapi jgn berekspetasi terlalu tinggi, kalau gg puas, agak nyesal sendiri. hehehe

Rasyidharry mengatakan...

@Lucass Sebenernya tinggal soal perspektif aja kan. Pandang aja Ragnarok sebagai film komedi. Gak ada masalah, bagus malah. Kalau Infinity War & Black Panther jadi komedi, baru itu geblek. Nggak ada masalah juga DC dark, sebagai gantinya, kalo mau tone serius, skrip kudu bagus. Itu masalahnya.

@Osirisia Kalau kurang ngena sama BP (di luar soal eksyen yang kurang), murni karena nggak relate aja. Buat yang dekat sama isunya (nggak perlu kulit hitam, asal korban represi), pasti ngena.

Uda Isan mengatakan...

Sorry nih bro, buat gw komen lu ini justru membuat lu terlihat gak ngerti film dan konteks dari film yg lu tonton wkwk

Spiderman homecominh itu, Spidermannya bocah SMA. Lo ngarep konflik macam apa sama anak SMA? Pengen konflik politik, mafia dll kayak The Dark Knight? Wkwk
Anak SMA tuh masalahnya emang receh, sekedar pembuktian diri sama cinta2an, dan buat gw filmnya sangat berhasil mempresentasikan itu.

Vulture? Dia bukan villain penguasa dunia, dia cuma bapak yg pengen keluarganya makan dam hidup nyaman, kebetulan caranya salah dan ketemu Spiderman.

Kalau mau nonton film yg isinya satu superhero nyelametin seluruh dunia atau satu kota (yg gak masuk akal), jangan nonton MCU bro, gak bakal nemu wkwk

Rasyidharry mengatakan...

@Uda Nah itu kuncinya. Konteks. Homecoming ya cerita SMA, Ragnarok ya komedi, nggak bijak dan nggak bisa dibandingkan sama misalnya TDK. Berdiri sendiri-sendiri. Makanya kudu fleksibel. BP mungkin kurang di action yang seru, tapi soal representasi black culture luar biasa.

Anonim mengatakan...

Setuju

Terlalu banyak org yg menonton film superhero dg satu parameter : The Dark Knight

Man, film superhero sejatinya film yg fun dan mengincar penonton dewasa muda. Kalo sesekali ada yg rada njelimet macam WatchMen atau Dark Knight, bukan berarti semua film superhero seharusnya seperti itu.

Sandra Psp mengatakan...

Yah klo fans superhero dadakan yah seperti komen diatas ini. Apaaa apaaa mau bak buk bak buk hajar sana sini tanpa konteks cerita yg kuat.. plis man

Rasyidharry mengatakan...

Nah, seperti komiknya sendiri, mestinya film superhero itu beragam. Batman misalnya, boleh dark macam TDK, boleh juga cheesy & fun, toh di era 60-an pun komiknya gitu. Semua pernah dibungkus secara gelap/serius, pernah juga ringan

Fega "AnSAR" Arabela mengatakan...

Bang mau nanya oot dari BP sih hehe. Bang pernah ikut plaza indonesia film festival gak? Mau nanya itu film yg diputer ada subtitle nya gak? Mau nanya juga itu gratis apa bayar bang? Udh nyoba nanya ke admin plaza indonesia di medsos tp ga dibales2 hik hiks. Makasih ya bang.

Tsarah August mengatakan...

Please, kayak Mas Rasyid bilang tadi; pola pikirnya diubah.

Penokohan BP yang “kurang kuat” itu justru the whole point. T’Challa bisa dikatakan raja kemarin sore, terpaksa naik takhta karena ayahnya terbunuh di UN. Penokohan T’Challa yang tipikal raja muda arogan (dan agak flat) pada awalnya itu basis character development. Dengan adanya konflik di dalam dan luar Wakanda, seperti Kilmonger dan Klaue, justru memaksa T’Challa untuk lebih dewasa dan wise dalam berpikir dan bertindak sebagai raja maupun superhero.

Selanjutnya, “apa pentingnya” kehidupan Wakanda diperlihatkan? Pertama, ini adalah pembukaan, dalam artian kita diperlihatkan bagaimana suatu negara Afrika fiktif non-kolonisasi bisa berkembang. Kedua, Wakanda memegang perang penting sebagai support anak anak Avengers dan GOTG dalam IW nanti dengan teknologi dan resource mereka. Ketiga, Infinity War secara garis besar akan terjadi di Wakanda.

“Tanpa Black Panther, MCU tetap ok”. Mungkin iya, tapi kalau tidak ada BP, Wakanda, ataupun T’Challa—darimana Cap dan teman temannya mendapat shelter, resource, dan support?

Muhammad Faisal Aulia mengatakan...

Liat bos gmn fight nya spiderman Vs Vulture, medioker abis , terlalu gampang ngalahin musuh nya, adek gw yg masih SMA dikasih suit begitu juga bakal menang lawan vulture. Plis deh bro , cerita cinta juga ga jelas Peter MCU, ga ada chemistri sm sekali, teman2 nya jg ga jelas apalagi flash yg cuma bisanya ngomong Penis* Parker.

Cerita rendahan, mending Old Spiderman dan tas lbh dapat chemistri musuh nya dan kisah cinta lbh ok

Rasyidharry mengatakan...

@Tsarah Bener itu, selain subteks soal kehidupan Afrika dan black culture, Wakanda peranannya besar buat Infinity War karena salah satu main battle (dan kemungkinan soul stone) ada di sana.

@Fega belom pernah sih, tapi subtitle ada kok, kalau nggak itu film Rusia gimana, haha. Free, tapi kalau nggak salah perlu registrasi dulu, jadi gak berebut kursi di hari H

Tsarah August mengatakan...

@Rasyidharry Nah, pemikiran aku juga begitu. Soul Stone kemungkinan ada di Wakanda, apalagi dengan setting development lab yang keliatan kayak bottomless pit itu bisa jadi paling bawah.... he he he.

Uda Isan mengatakan...

Sekali lagi bro.
Mereka bocah SMA, ya emang kagak jelas lah. Gimana sik wkwkwk

Ngalahin musuhnya gampang? Ya EMANG. Vulture bukan Green Goblin yg disuntik kuat, atau Venom. Dia cuma bapak2 pake mesin terbang. Buset dah.

Kalau Spiderman lawannya si Thanos, dan kalahnya begitu doank, gw pun bakal protes kayak lu.

Liat konteks filmnya broooo

Taufik Adnan Harahap (Opik) mengatakan...

no comment lah buat black panther, lebih ke ekspektasi pribadi sih bagus atau enggaknya. Klau menurut gua sama kaya komentar komentar sebelumya semua udah oke emang tinggal d actionnya. Tp klau villain d tambah thanos kayanya seru ya. haahhah

Rasyidharry mengatakan...

@Tsaerah Make sense, bisa jadi klimaks Infinity War rebutan soul stone di Wakanda. Kalau nggak ada BP, mana peduli kita pas pasukan Wakanda dibantai Thanos

@Taufik Kalo ada Thanos sekarang yang ada buka lapak jualan batu akik sama baju koko bareng :D

Kasamago mengatakan...

Black Panther membuat image kebudayaan Ras Afrika terasa teragungkan..

Perebutan tahta dg aneka gejolak politik jd keringatan kondisi serupa di Republik tercinta..

Overall, baju nya T'challa bener 2 menginspirasi ane buat baju serupa utk event kondangan..

Beny Kristia mengatakan...

sendalnya sekalian mas wkwkwk, old schoolnya wakandan

Tsarah August mengatakan...

@Rasyid Personally, Black Panther adalah keluaran MCU terbaik setelah Winter Soldier. As I quote my friend, plotnya “self-contained”—dalam artian goal dan permasalahan mengitari pribadi heronya sendiri dan lingkungan, jadi terlihat fokusnya.

Jesica Siahaan mengatakan...

Setiap kemunculan serkis di BP malah Saya mbayanginnya itu caesar..saking ciamiknya dia di trilogi of apes (ditambah mocap yg ciamik pula).

Ngeliat black panther kita akan sadar bahwa kekayaan Dan teknologi Wayne Dan Stark industries ga Ada apa2 nya haha..

Sebetulnya efek dari ramuan heart shape herb itu apa si bagi kekuatan fisik si black panther?

Anonim mengatakan...

Gue nonton BP ngarep Soul Stone muncul.
Mungkin udah ada di tangan Thanos atau mungkin di dahi Adam Warlock.
Hidup Fanboy ;)

Rasyidharry mengatakan...

Dan udah dikonfirmasi Shuri lebih jenius dari Stark :)

Superpower biasa sih. Kekuatan sama bisa lompat kayak panther

Rasyidharry mengatakan...

Dilihat dari foto & trailer IW, soul stone yang Thanos dapet belakangan. Kalau sampe ada Warlock heboh dunia persilatan :D

Chan Hadinata mengatakan...

Dann.. baju koko black panther sdh tersedia di OL shop.. wkwkwk
Warrbyasak :D

Drama-movie mengatakan...

Maksudnya mas gimana? Perang lawan Thanos di Avengers infinity wars itu endingnya MCU atau gimana? Abis itu MCU ada lagi gak? Stlh segmen infinity wars?

Rayhan Ihsan Nasution mengatakan...

Baru kali ini liat kolom komentasnya bos rasyid sepenuh ini wkwk

Rasyidharry mengatakan...

Oh nggak, maksudnya kalau sampe Thanos nggak jadi villain yang oke dan dia kebanyakan becanda kayak Ultron, itu kebangetan. Bakal hilang kepercayaan ke MCU kalo sampe begitu

Rasyidharry mengatakan...

Wets, belum apa-apa ini. Tengok aja tiap film MCU, Dunkirk, Pengabdi Setan :D

Rasyidharry mengatakan...

Fairly speaking, fighting sequence Homecoming emang medioker, tapi itu masalah di directing, bukan penokohan villain. Vulture salah satu villain yang bagus karena karakternya well-developed dan akting bagus.

Soal interaksi temen Peter, monggo ditonton film-film John Hughes :)

Fathimah Khofifah Azzahra Azzahra mengatakan...

Bener tuh kayk mas faisal diatas, Black Panther ceritanya boring sekali. Aku sampai ngantuk.apa kurang kopi yaa

Rahman Yusuf mengatakan...

Keren kok filmny

agoesinema mengatakan...

Sebelah gw jg main hape, studio hampir penuh tp cenderung anteng, tp gak boring2 amat koq... actionnya aja yg medioker, pake badak segala jd mirip narnia... filmnya nanggung mau serius atau ngelucu seperti film2 MCU lainnya.. tp ada satu dialog yg berhasil bikin gw ketawa,waktu Shuri menerangkan sepatu ciptaannya, itu lucu bgt tp banyak penonton yg gak ketawa (mungkin gak ngerti)

Tsarah August mengatakan...

Kalau boleh tau, boringnya dalam sisi apa?

Mungkin karena aku menonton Black Panther tanpa terpikir ekspektasi stereotipe terhadap Marvel (yang biasanya bombastis dalam cerita, action, dan visual effects), menurutku Black Panther menjadi salah satu cerita dalam film Marvel yang self-contained—terfokus pada dirinya sendiri dan lingkungannya (alias sebagai raja yang hanya ingin sesuatu hal yang terbaik bagi negarany), ketimbang menggunakan big goals seperti saving the entire world.

Tone di sini kencang dengan tersiratnya message tentang rasisme, serta, as I quote my friend, ini juga menyentil black liberals, alias para black people di dalam realita yang pemikirannya se radikal Kilmonger. Itu tamparan, menurutku, and that’s how I see it.

Besides, aku dapet vibe Black Panther mirip seperti aku nonton Creed—karena ini yang megang Ryan Coogler, sutradara yang kental juga dengan drama tentang black people, Black Panther akan lebih terasa dramanya (yang mengarah ke drama kerajaan) ketimbang action bombastis seperti biasanya MCU.

Jesica Siahaan mengatakan...

Terkonfirmasi dimana mas rasyid? Nanti black panther generasi Masa depan bakal kelimpungan juga ya kalau vibranium abis ditambang..kudu diganti adamantium. Haha

Surya mengatakan...

@Fatimah mungkin film ini emang bukan selera mu Mba.��

Nidya Rizki Maharani mengatakan...

Ini film Marvell pertama yang gue tonton tanpa arahan dari temen gua yang doyan film superhero. Nontonnya less-expectation. Gue bukan superhero lovers, jadi ga terlalu merhatiin kurang action dll lah. So far, entertaining, humornya pas. Killmonger sik badass pisan. And slalu ya. Marvell nih pinter bikin soundtrack film. Soundtrack nya bagus2. Asik.

Rasyidharry mengatakan...

@Jesica Ada kok di interview sama salah satu produsernya. Pernyataan dia "Shuri is the smartest person in the world, smarter than Tony Stark". Tunggu, 2020 adamantium masuk MCU :D

@Nidya Yes, sejak GotG pilihan lagunya asyik-asyik & genrenya menyesuaikan tiap film juga.

agoesinema mengatakan...

Kenapa ya Black Panther dilabeli 17 tahun ke atas utk peredaran di indonesia, pdhl film ini aman aman saja

Rasyidharry mengatakan...

Entah, mungkin perihal rasisme yang diangkat. Tahu sendiri LSF suka aneh

agoesinema mengatakan...

Gara2 label ini sy gak jadi bawa anak nonton.

SALEMBAY mengatakan...

Bang minta saran mending nonton dilan apa black panther .?

Rasyidharry mengatakan...

Walah Black Panther dong :)

Nur'aini Tri Wahyuni mengatakan...

baru sempat nonton tadi, dan suka! fix top three Marvel movies favorite, nih. sejujurnya pas liat Chadwick di CW agak ragu, cocok pas jadi BP tapi kalo buat jadi raja kok kurang, trus nonton ini baru ngeh dan maklum, ibaratnya dia masih muda dan belum begitu disiapin sama ayahnya, tapi ayahnya meninggal, ngeliatnya kayak kepaksa tapi pelanpelan dia berusaha untuk jadi raja yg baik dan bertanggungjawab. pas dialog "I AM YOUR KING NOW!" rasanya pengen berlutut bilang, "your highness" hahaha.

saya jadi kepikiran, kalo Thor dibuat selucu itu, BP serius, khawatir IW nanti dibuat nangis nih sama Marvel.

oya, mau cerita ga penting, pas tambahan credit (biar aja spoiler) ada penonton ngobrol :
"itu siapa?"
"bucky. musuhnya kapten trus jadi temennya"
pengen ngelempar pake tameng Kapt rasanya :(

SALEMBAY mengatakan...

Makasih saranya bang rasyid ane jadi nonton BP, btw filmnya epik sebagai penikmat film ane rasa gak ada cacatnya deh, epik pokonya kalo yang lain ngantuk ane malahan melotot saking takjubnya ,, itu mah ngantuk kali ,, dan ane paling, suka adegan pas kamera terbalik trus muter perlahan beeuuudd epic kece tuh si erik. 😁

Rasyidharry mengatakan...

Udah siap lah dibikin nangis. Civil War & GotG 2 aja nangis haha.

Oh ada yang kurang, musuh capt, lalu jadi temennya, lama-lama jadi cowoknya *eh*

Rasyidharry mengatakan...

Yeaah, pake coat & dengan cara jalan yang seolah ngomong "I'm the coolest guy in the world, motherfucker"

Nur'aini Tri Wahyuni mengatakan...

lah iya, pas nonton Age of Ultron juga nangis, di adegan terakhirnya Quick Silver #lemah

hahahaha, bang Rasyiiiid, itu kan plotnya Anthony & Joe Russo as Stucky shipper #myshipissailing

Rasyidharry mengatakan...

Salah satu momen terbaik di salah satu film MCU paling mengecewakan itu

Sudah kuduga banyak Stucky shipper haha

Maksum Solikhin mengatakan...

Gw kecewa gak ada tanda2 captain america sama winter soldier di film ini. Terakhir kali mereka kn sembunyi di wakanda.
Menurut gw man of the matcm film ini adalah M'baku *lol

Rasyidharry mengatakan...

@Maksum Bucky kan ada di credit scene. Kalau di tengah bahaya, bisa distraksi sih

Maksum Solikhin mengatakan...

Jadi emang masih ada credit scene lagi selain deklarasi wakanda dibuka untuk umum. I knew it!

Rasyidharry mengatakan...

@Maksum kuncinya mah film MCU selalu ada credit scene yang di ujung. Kalau di tengah udah ada, berarti lebih dari satu :D

Aldi Lumbangaol mengatakan...

@RAsyidharry film MCU nggak selalu ada credit scene di akhir mas. The Incredible Hulk sama Avengers: Age of Ultron cuman di tengah doang. :)