FROZEN (2010)

Tidak ada komentar

Tahun ini film thriller yang mengambil setting disatu tempat saja akan cukup banyak dirilis.Yang paling baru dan hampir rilis bersamaan adalah Devil dan Buried. Sedangkan yang lebih dulu mengawali adalah Frozen ini. Membuat film bersetting seperti ini adalah sangat menantang. Karena dengan bujet yang minim sekaligus setting tempat yang itu-itu saja, praktis dibutuhkan keahlian ekstra untuk membuat penontonnya merasakan ketegangan film tersebut. Mampukah Frozen membuat saya terbawa akan ketegangan yang dihadirkan?

Dan beserta sahabat sejak kecilnya, Joe menghabiskan hari Minggu mereka untuk bermain ski bersama. Dan juga turut mengajak sang kekasih, Parker. Dikisahkan hubungan pertemanan mereka berdua agak renggang semenjak Dan jadian dengan Parker dikarenakan waktu Dan tersita untuk pacarnya itu. Setelah bermain ski selama seharian, ternyata mereka belum puas. Malamnya mereka berniat untuk ski malam. Mereka tetep nekat walopun sudah diperingatkan bahwa cuaca sedang buruk.


Sialnya, saat ski lift yang mereka naiki baru sampai pertengahan, tiba-tiba liftnya berhenti. Bahkan lampu juga mati yang pertanda resort sudah tutup. Mereka yang awalnya berpikiran positif kalo itu hanya gangguan teknis mulai menyadari mereka sudah sendrian diasana.

Kepanikan bertambah saat mereka sadar bahwa resort akan tutup sampai Jum'at. Jadi mereka harus menghabiskan 5 hari diatas ski lift yang memebeku, menanti mati beku. Ancaman tidak hanya dari alam. Karena dibawah ski lift mereka sudah menanti juga serigala-serigala liar yang siap memangsa kapanpun. Bagaimana mereka bisa bebas dari acaman kematian ini? Film ini sangat berpotensi membuat tegang. Salah satu kekuatannya adalah penggambaran yang sangat alami. Hal yang terjadi di film ini sangat mungkin terjadi. Adegan yang bikin ngilu juga terdapat cukup banyak disini. Jujur saya walopun u8dah memprediksi adegan apa yang akan terjadi tetep ngerasa ngilu melihat dan menantikan tuh adegan. Padahal eksekusinya udah dibikin gak terlalu gore alias rada minimalis. Sayangnya, tensi yang dibangun kurang bisa terjaga. Obrolan panjang yang dimaksudkan untuk membangun karakter justru malah membuat bosan karena dihadirkan terlalu lama, tidak penting, dan dialognya juga tidak menarik. Akting yang dihadirkan sebenernya cukup meyakinkan, walopun juga tidak terasa spesial. Walaopun gak sampe bikin saya cukup peduli dengan nasib karakternya, setidaknya saya cukup miris kalo melihat ada hal-hal yang menimpa mereka.

OVERALL: Film yang bisa dibilang "bolehlah" untuk hiburan bagi yang suka dibikin tegang.


RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar