LET ME IN (2010)

1 komentar
Saya tidak akan membandingkan film ini dengan "Let the Right One In" karena saya memang belum menonton film pendahulunya tersebut. Sutradara Matt Reeves yang sebelumnya membesut "Cloverfield" juga mengatakan film ini akan lebih seperti adaptasi dari novelnya daripada remake film Swedia-nya. Meski Cloverfield cukup dapet pujian, tapi yang namanya remake film dari Hollywood memang jarang yang bisa menandingi kehebatan film aslinya. Apalagi "Let the Right One In" dari review dan kritik yang ada terlihat sangat superior dan diakui sebagai salah satu film vampir terbaik. Saya mulai tertarik pada film ini saat Kodi Smith-McPhee yang bermain bagus di "The Road" dan bintang cilik berprospek paling cerah di Hollywood saat ini, Chloe Moretz ikut bermain. Apalagi saat film ini rilis ternyata review yang ada menunjukkan bahwa film ini tidak kalah dari film aslinya (Rating 89% di Rotten Tomatoes).

Owen (Kodi Smith-McPhee) adalah bocah berusia 12 tahun yang tinggal bersama sang ibu pasca perceraian kedua orang tuanya. Dia tidak punya teman di lingkungan tempat tinggalnya. Di sekolah dia juga sering jadi sasaran bully. Yang sering dia lakukan hanya duduk sendirian di halaman depan rumahnya. Suatu hari dia melihat ada tetangga baru yang tinggal di apartemen tepat disebelahnya. Suatu malam dia didatangi oleh tetangga barunya itu, seorang gadis cilik 12 tahun yang misterius, Abby (Chloe Moretz). Abby tinggal bersama ayahnya. Awalnya Abby mengatakan mereka tidak bisa berteman. Tapi karena pada dasarnya mereka berdua sama-sama kesepian pertemanan akhirnya terjalin.
Abby sendiri adalah seorang gadis misterius. Owen sering mendengar dia dan ayahnya bertengkar tidak jelas. Yang lebih aneh, ayah Abby seringkali keluar malam dan ternyata dia keluar untuk membunuh orang dan diambil darahnya. Sampai suatu hari Owen secara tidak sengaja melakukan hal yang membuatnya mengetahui rahasia dibalik sosok Abby dan misteri yang menyelimuti gadis tersebut.

Film ini bagaikan penyelamat film horror untuk tahun 2010. Tahun 2010 benar-benar tahun yang lesu bagi industri horror. Beberapa film yang diharapkan sukses malah melempem seperti remake "A Nightmare on Elm Street" sampai film yang menandai comeback-nya Wes Craven sang sutradara spesialis horror, "My Soul to Take" yang dirilis dalam 3D. Untungnya Let Me In berhasil menjadi penyelamat. Walaupun begitu kurang tepat juga untuk mengkategorikan film ini sebagai murni horror. Karena yang ditonjolkan dalam film ini adalah drama dan hubungan antara Owen dan Abby. Saya sendiri tidak melihat film ini sebagai film yang mencoba memberikan ketakutan bagi yang menonton. Tapi bukan berarti adegan seram tidak tersedia disini. Darah cukup banyak menghiasi film ini. Adegan pemunuhan yang ada juga walaupun tidak ditampilkan vulgar tapi malah memberikan efek seram yang berkelas.

Yang paling menonjol dari Let Me In tentunya jajaran pemeran khususnya 2 pemeran utama yang notabene adalah masih bocah. Kodi Smith-McPhee sebagai Owen yang pendiam dan suram berhasil ikut menyeret suasana film yang dasarnya sudah suram. Penampilannya tidak kalah dari saat ia berakting bagus di "The Road". Tapi buat saya bintang utama jelaslah Chloe Moretz. Gadis cilik satu ini memang luar biasa. Berbagai macam peran sudah pernah dia lakukan dengan baik. Mulai dari gadis cilik yang dewasa sebelum waktunya di "(500) Days of Summer", lalu menjadi gadis penyendiri di "Diary of a Wimpy Kid" dan yang paling fenomenal tentunya sebagai bocah pembunuh di "Kick Ass". Kali ini Moretz sukses menampilkan sosok vampir misterius berwujud gadis cilik berusia 12 tahun. Terlihat lebih dewasa dari umurnya, dan itu adalah hal yang bagus. Banyak yang bilang dia dan Hailee Steinfield (True Grit) punya masa depan yang sama cerahnya, tapi saya jauh lebih suka Chloe Moretz. Kedua bocah ini berhasil menjalin chemistry kuat yang terlihat alami dan nyaman bagi yang menyaksikan.

Kalaupun ada kekurangan mungkin buat saya adalah kurang dijelaskan latar belakang masing-masing tokoh. Siapa itu pria yang diawal film dikenal sebagai ayah Abby? Lalu bagaimana pula asal usul Abby? Lewat film ini saya juga mendapat pengetahuan baru mengenai salah satu mitos vampir. Yaitu "Vampir baru bisa masuk apabila diundang atau dipersilahkan oleh empunya rumah"

RATING:

1 komentar :

  1. Pria yg diawal film dikenal sebagai ayah Abby itu ternyata adalah teman masa kecilnya Abby. Tapi umur vampir beda dengan umur manusia. Disaat temannya itu bertambah tua secara fisik dan umur, Abby justru tetap tidak berubah secara fisik walaupun umurnya jelas berbeda jauh dengan temannya itu.

    BalasHapus