THE 20 BEST FILMS OF 2016 SO FAR

30 komentar
Setelah list untuk film Indonesia beberapa waktu lalu, (read here) seperti biasa, kini waktunya daftar menyeluruh bagi film-film terbaik 2016 menyusul. So many great movies from various genres, countries and directors, here are twenty of my favorite movies in 2016 so far, arranged in alphabetical order

ANOMALISA
This movie is a beauty, in term of its animation style and storytelling. Satu lagi keanehan, anomali karya Charlie Kaufman yang akan mengendap di benak penonton.

CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR
The best movie in Marvel Cinematic Universe is also one of the best superhero movie ever. Russo Brothers melakukan kemustahilan, menyeimbangkan porsi tiap superhero, mengemas masterpiece action sequence berlatar airport.

CAROL
Elegan. Kata itu sempurna mendeskripsikan Carol. Elegan dari tata artistik, cerita elegan berkat kesubtilan penuturan romansa, elegan pula akting dua lead actress-nya.

CEMETERY OF SPLENDOUR
Puisi mistis terbaru Apichatpong Weerasethakul mungkin bukan karya terbaiknya, tapi nuansa menghanyutkan masih kental menyelimuti perjalanan penyaji kontradiksi pula peleburan abstraksi dan realita.

EYE IN THE SKY
Apabila adegan anak kecil berjualan roti sukses menggedor jantung, tak perlu diragukan lagi kapasitas film tersebut sebagai suguhan thriller. This one is the most intense film of the year so far.

FINDING DORY
'Finding Dory' is one of the most fascinating Pixar movie because of how entertaining this movie is. Pixar bukan hanya jago menciptakan mesin penguras air mata haru, tapi air mata akibat tawa tanpa henti layaknya film ini.

MACBETH
Pengunaan bahasa literatur puitisnya mungkin cukup memberatkan, namun keindahan visual  yang juga puitis  mencipta sinergi yang sulit ditolak pula mudah dicintai.

NEERJA
Masih meninggalkan masalah soal konsistensi ketegangan, Neerja tak hanya menawarkan konfrontasi menarik otak melawan emosi membutakan, juga pemaparan solid mengenai para wanita kuat.

ONE WAY TRIP
One of the biggest surprise of the year. Di luar dugaan tersimpan eksplorasi gelap terhadap wajah asli manusia sembari membenturkannya dengan hangatnya persahabatan. 

ROOM
In my opinion, 'Room' is the best of this year Oscar nominees. A roller coaster emotion about imprisonment, literally and philosophically. Setidaknya rasa haru bakal menyeruak, mencekat di dada.

SPOTLIGHT
Penelusuran jurnalistik memikat yang memahami esensi tema tersebut: thought provoking. Dikupas pelan tapi pasti, penonton dibuat haus mempelajari fakta demi fakta suatu cerita penuh dilema.

STEVE JOBS 
Berikah kisah hidup seorang sosok extraordinary nan eksentrik pada Aaron Sorkin, jadilah extraordinary and eccentric biopic yang narasinya melompat dari struktur konvensional guna menangkap sosok esensial sang tokoh.

SURAT DARI PRAHA
Ditemani iringan lagu yang tak hanya terdengar indah, namun bersatu padu mencipta keselarasan, "Surat dari Praha" bagai ballad yang mengalun perlahan menyentuh rasa, memunculkan haru dan cinta dengan begitu indah. 

TAXI 
Taxi adalah bentuk perlawanan nyata kalau tidak bisa disebut kemenangan Jafar Panahi terhadap tembok penghalangnya berkarya. Kesederhanaan teknis sama sekali bukan penghalang menghasilkan cerita kokoh.

THE BIG SHORT
'The Big Short' is the best movie about global financial crisis (so far), mostly because of the smart direction from Adam McKay. Renyah, dinamis, sekaligus nakal dalam bermain-main.

THE INVITATION
Thriller langka yang kuat memaparkan drama psikologis. Walau berjalan lambat dan mempunyai klimaks generic, tersimpan daya pikat lain berupa teror didasari asumsi dalam hati penonton.

THE JUNGLE BOOK
Memang ringan, tapi tak jadi masalah tatkala petualangan intens nan menyenangkan sukses dihidupkan Jon Favreu lengkap dengan balutan CGI mewah sekaligus tepat guna.

THE LOBSTER
Bagi penonton pencari keanehan, The Lobster niscaya penuh pesona. Not so romantic, but weird enough to steals our attention. 

THE MERMAID
Sebagai sajian comedy blockbuster, The Mermaid mampu memberi kepuasan besar tatkala tawa seolah tak pernah henti menerjang. Stephen Chow is a comedy genius!

THE WITCH
This movie shows how the devil drags us human into joining their side in a fucked up and eeriest way. Slow building horror yang memaksimalkan atmosfer mencekam, menghindari formula teror murahan.

30 komentar :

Comment Page:
Yanuar Prastito mengatakan...

Finally! mas kalo ada waktu request kapan-kapan bikinin list adegan makan malam dalam film terbaik.. (kaya di film August : osage country contohnya)

Oonk Dudutz mengatakan...

alhamdulillah cocok..

Rasyidharry mengatakan...

Wahaha sulit juga ya jenis scene-nya

Rasyidharry mengatakan...

Alhamdulillah :D

Alvi Fadhollah mengatakan...

entah kenapa kurang sreg sama Spotlight, padahal saya termasuk penikmat film interogasi atau investigasi kayak gitu, tapi malah bosen nonton Spotlight dan gak ngerti titik spesial nya dimana haha
Anomalisa mengembalikan sensasi kayak nonton Taxi Driver,rasa kesepiannya itu dapet banget. sempat bingung kenapa muka karakter lain sama muka serta suaranya. keren deh emang writernya

Rasyidharry mengatakan...

Suka 'Spotlight' karena bisa eksplorasi tema kontroversialnya & filmnya paham esensi jurnalistik. The best jurnalistic movie since 'All the President's Men'.
Yes, atmosfer isolasi di 'Anomalisa' kuat

Edi Prayoga mengatakan...

menurut gua tahun ini adalah tahun terburuk utk film superhero, hype yg tinggi utk beberapa judul film superhero ternyata ga diimbangi sama kualitas filmnya sendiri, dari mulai deadpool, bvs, apocalypse, sampe civil war, menurutku semuanya jelek. deadpool humornya datar, ceritanya dangkal, action scene biasa aja, what a pointless movie, bvs ceritanya superb dan dalem, alasan batman tarung sama superman juga bener2 kuat, tapi eksekusinya tai abis, scene nya acak-acakan, cgi nya juga jelek bgt ngingetin gua ama sucker punch, xmen apocalypse gajelas, civil war eksekusinya superb, action scene nya superb, tapi ceritanya tai abis, alasan tiap superhero milih side bener2 ridiculous, stupid, dan dangkal, yg harusnya tarung itu cuma cap sama tony, yg lain cuma ikut-ikutan tanpa alesan yg kuat. that's all, superhero movies in 2016 is all no quality, just money.

Angga Saputra mengatakan...

Mnurut saya film ada apa dengan cinta 2 adalah film yg sangat memuaskan tapi knpa movfreak tdk memasukan kedalam list..

Rasyidharry mengatakan...

Emm really? BvS story is superb but Civil War is shit? Think again :)

Rasyidharry mengatakan...

Masuk kok ke daftar best Indoneian movies. Tapi kalau untuk list yang ini rada berat

Hizkia Yosurandri mengatakan...

Yes! Think again. I am a DC fanboy! But I was really2 disappointed with the sh^t BvS! Of course because of its story. Then I really2 hate why Civil War becoming far faaarr better than BvS.

Hizkia Yosurandri mengatakan...

Entah knp sy suka dngn cara penyampaian (atau apalah istilahnya) dlm film The Big Short. Sy (hampir) ngrasa ky The Wolf of Wall Street. Of course Civil War, benar2 membuat saya kecewa (sbg DC fanboy :D) krn saya benar2 suka hmpir seluruh ceritanya tnp cela. Finding Dory, of course! Udahlah bang ente nyutradara aja lah. Hehehe. Dtnggu review berikutnya.

Muhammad Rizky mengatakan...

5 film terbaik 2016 versi saya

1. Our Little Sister (Hirokazu Koreeda)
2. Green Room (Jeremy Saulnier)
3. 10 Cloverfield Lane (Dan Trachtenberg)
4. Knight of Cups (Terrence Malick)
5. Zootopia (Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush)

btw ada rencana buat review Our Little Sister dan Green Room?

Rasyidharry mengatakan...

Wahaha udah sering, pusing sutradara :D

Rasyidharry mengatakan...

Knight of Cups, Zootopia & 10 Cloverfield nyaris masuk sebenernya. Yep, pasti nonton, review kalo sempet hehe

ri_O te mengatakan...

entala, kalo Macbeth ane rada susa ngikutinnya , soalnya ane lebih suka dialog yg ringan ringan kaya Dallas buyers club...

Arnanda Nugroho mengatakan...

Gan, ada saran film yang sejenis sama Assault on Wallstreet? T.y. hehe

Rasyidharry mengatakan...

Buset, 'Assault on Wall Street'-nya Uwe Boll? Hahha nggak bisa kasih referensi karena belum nonton

Edi Prayoga mengatakan...

oh oh oh... bedain antara "story" sama "eksekusi". BvS shit di eksekusi, tp superb di story, Civil War shit di story, tp superb di eksekusi. Walau story Civil War bener-bener bodoh (come on, 6 vs 6 is not a civil war, it's even not a war, it's even too small to be called as "tawuran", then the reasons of that "war" is so silly man, it's not about something significant like the presence of superpower alien that made people afraid and paranoid, it's just about the powerless vigilante who thinks he was above the law and doesn't want to sign the regulation papers, OH why does he not just sign that paper? Come on, dia bukan Tuhan, bahkan dia bukan polisi, hal lain yang memicu "civil war" ternyata adalah hal remeh macam some family problems, then Antman joins the "war" because why not? He doesn't really busy at that time and he can joins that "war". Spidey joins the "war" because he was hired. What??? Whatever, with that dumb story, Civil War tetep enjoyable (daripada BvS) karena Civil War superb di eksekusi, orang lebih suka Civil War karena eksekusinya yang bisa memaksimalkan materi dasarnya. (gua setuju sama salah satu artikel yg gua baca di internet: "Captain America: Civil War is a Big Dumb Movie You Will Enjoy". Beda sama BvS, materi dasar BvS sebenrnya jauh lebih bagus, lebih dalem, lebih filosofis, lebih emosional, lebih kolosal, lebih masuk akal, basic story nya jauh lebih bermutu dari Civil War tapi eksekusi BvS itu yg tai anjing, makanya orang ga ada yg suka (termasuk gua). Roger Ebert ngasih 2.5 buat BvS dan 3 buat Civil War. Kalo gua sih, 1.5 buat BvS, 2.5 buat Civil War. 11-12 emang tuh dua film, cuma ngandelin hype doang.

Rasyidharry mengatakan...

What do you mean by "story" here? Premise? Script? Kalau premise yes, in some way BvS lebih filosofis. Eksekusi pun bermacam. Kalau eksekusi premis (the script), CW is far more superior. Because a good script, story, or premise doesn’t always means that it has to be big. But yes, beberapa member Avegers ikutan pertempuran "just because", with no better reason, and that's one of CW's flaw. The script of CW has many holes, but BvS has much more and intolerable. At least CW didn’t use that “Martha card”, which is one of the most laughable thing I’ve ever seen in a movie. Besides, we shouldn’t compare two movies based on its premise alone. Execution (script, action sequence, etc.) is all that matters. One more thing. No need to be in a rage when we talk about movie, especially these kind of blockbuster flicks. That would preventing other people to chew your opinion. Wanna get a deep or philosophical story? Watch an arthouse or Cannes winner instead.
Roger Ebert is no longer with us by the way. Those ratings are from the contributors of his website, not from Ebert himself.

Edi Prayoga mengatakan...

Yang gua maksud story/storyline itu ya cerita dasarnya, well, bisa juga dibilang premis nya. Yang gua maksud eksekusi itu ya script, directing, dan acting nya. Well, the reasons of the war in the Civil War is more stupid and more laughable than the awkward Martha scene I think. Civil War has really dumb storyline, clear dan ga perlu diperdebatkan lagi. Sementara BvS has really messy script, clear dan ga perlu diperdebatkan lagi. Menurut gua, dua-duanya jelek, jauh di bawah hype nya yg berlebihan. And please don't say to me like I was marvel hater and dc fanboy because I don't like BvS more than Civil War but Civil War not far better... Ya mungkin selera gua sama lu tentang film superhero beda bgt. Lu kasih rating bagus bgt buat dark knight rises, padahal menurut gua itu salah satu film paling awkward dan garing dari segi dialog dan koreografi fighting.

Edi Prayoga mengatakan...

Ya, gua setuju. Film superhero itu ga perlu kolosal dan ga perlu filosofis. Contohnya Iron Man yg pertama, it's damn good man! Tapi yg gua maksud disini, Civil War itu konfliknya sangat remeh tp digede-gedein sampe disebut civil war segala, keliatannya jadi really dumb dan sangat merendahkan the real american civil war.

Edi Prayoga mengatakan...

Harusnya pemicu Civil War diantara superhero Marvel itu jauh lebih krusial dan besar, tp kenyataannya malah sebaliknya. Ibaratnya temen gua cuma telat bayar utang terus gua sama dia langsung perang pake bazooka, kan ga lucu... It's dumb and lebay.

Radira mengatakan...

Dari list diatas, cuma setuju 3 list aja: The Invitation, Taxi, The Lobster

Dheepan dan Remember ternyata nggak masuk list.


Anyway, tukaran link ya? (kayaknya dulu udah pernah, sih tapi ternyata nggak ada di friend listnya)

http://eigarebyu.blogspot.co.id/

thanks

Rasyidharry mengatakan...

Oh ya, so sorry begitu ganti layout banyak yang ilang.
Udah terpasang :)

Angga Saputra mengatakan...

Saya juga menyusun film terbaik bagi saya di setengah tahun terakhir.
mungkin banyak film yg tayang di tahun 2015 tapi saya baru menonton nya di tahun ini jadi otomatis saya masukin ke tahun ink.
:)
1.Ada Apa dengan cinta 2
2.A Copy Of My mind
3.Brooklyn
4.Eye In The Sky
5.Room
6.Sabtu Bersama Bapak
7.Surat dari Praha
8.The Denish Girl
9.The Hateful Eight
10.The Revenant

Rasyidharry mengatakan...

Ada 4 Film Indonesia, mantap!

Angga Saputra mengatakan...

yup.saya menutuskan tuk lebih banyak menonton film indo tuk tahun ini dan syukur hasilnya cukup memuaskan :)

J92 mengatakan...

ga usah dibawa serius juga kali kan pada dasarnya hanya untuk hiburan. Rata2 yg ceritanya bagus tu ga dibikin dramatis, kalo yg ceritanya ga bagus sering didramatisir.macam drama korea juga gitu yg ceritanya bagus dianaktirikan dikasih soundtrack cuma satu,promosi kurang, episode dicut pula.sedangkan yg ceritanya sampah, cheesy, di kasih soundrtack bagus,promosi besar2an,sinematografi bagus padahal stasiun tv yg menayangkan sama. mending mas edi daripada protes mulu coba bikin alternatif ending macam HISHE (how should it ended) di youtube honest trailernya screen junkies, atau bikin tulisan sejenis jadi tersalurkan dengan baik.

danar mengatakan...

banyak banget komentarnya