THE EXPENDABLES 2 (2012)

1 komentar
Film pertama The Expendables bagi saya tidak mengecewakan. Memang tidak ada cerita yang berbobot, namun suguhan action yang ditawarkan cukup menghibur. Belum lagi menyatukan berbagai bintang film laga dalam satu film tetap saja sebuah ide yang menarik, khususnya sebuah momen obrolan Stallon, Schwarzenegger dan Willis dalam gereja. Dua tahun setelah film pertamanya, geng jagoan tua ini kembali dalam sebuah sekuel yang memunculkan lebih banyak lagi aktor-aktor film laga. Meski ditinggalkan Mickey Rourke dan Steve Austin, film kedua ini mendapatkan jauh lebih banyak lagi suntikan tenaga untuk mengisi slot pemainnya. Akan ada Chuck Norris, Jean-Claude Van Damme, Liam Hemsworth sampai Scott Adkins. Bruce Willis dan Arnold juga akan kembali dengan porsi yang lebih besar. Kali ini bukan Stallone yang duduk di kursi sutradara, melainkan Simon West (Tomb Raider, Con Air), meskipun Stallone masih menjadi penulis naskah bersama Richard Wenk. Tentu saja saya tidak berharap akan ada sebuah kisah berbobot penuh twist dalam film ini, karena The Expendables 2 adalah sebuah sajian film aksi khas 80-an yang mengumbar ledakan demi ledakan berlebihan dan tidak akan repot-repot memikirkan jalan cerita.

Apa cerita film ini? Ternyata kali ini para jagoan uzur ini kembali mendapatkan tugas dari Mr. Church (Willis) untuk mengambil sebuah benda rahasia yang terletak dalam sebuah reruntuhan pesawat. Disebutkan benda tersebut bisa mendatangkan bencana jika jatuh ke tangan yang salah. Gerombolan The Expendables yang sebelumnya sudah mendapat anggota baru yaitu seorang sniper muda bernama Billy the Kid (Liam Hemsworth) dalam misi ini juga akan mendapat bantuan dari seorang agen wanita bernama Maggie (Yu Nan). Misi yang nampaknya akan mudah itu menjadi sebuah petaka saat mereka harus berhadapan dengan sekelompok penjahat yang dipimpin Jean Vilain (Van Damme) dan mengakibatkan salah satu diantara anggota The Expendables tewas. Kini mereka kembali untuk berperang dengan urusan yang lebih personal. Ah, sungguh sebuah kisah yang sangat sederhana bukan? Untuk menciptakan sebuah sekuel yang berbeda, maka buatlah sekuel itu lebih besar atau punya jalan cerita yang lebih personal. Cara paling mudah ya dengan mematikan salah satu tokohnya, dengan harapan filmnya akan terasa lebih mendalam. Tapi toh The Expendables 2 tidak berusaha mengikat penonton dengan cerita yang hanya jadi gimmick tersebut. Yang terpenting adalah letusan adegan aksi dari awal sampai akhir.

Sedari film dimulai penonton sudah dijejali letusan bom dan berondongan peluru yang meluncur tidak ada habisnya. Mulai dari momen saat para Expendables pertama kali muncul dengan tank dan persenjataan besar mereka, lalu berlanjut dengan momen aksi lain yang menampilkan kemampuan bertarung masing-masing. Statham dengan pisaunya, Jet Li dengan hand-to-hand combat-nya, Terry Crews dengan senjata raksasanya, sampai Stallone yang meski sering terlihat kelelahan namun masih nampak gahar. Semua itu jelas sebuah hal yang sudah sangat diprediksi dan diharapkan oleh para penonton film ini. Anda akan terlihat bodoh jika masuk ke bioskop menonton The Expendables 2 dan mengharapkan sebuah film seperti trilogi The Bourne yang punya jalinan cerita kompleks, konspirasi kompleks sampai suguhan adegan aksi yang lebih membumi dan realistis. Segala cerita yang ditawarkan film ini ditampilkan hanya untuk memfasilitasi adegan-adegan aksinya. Saya yang menganggap film pertamanya cukup menghibur dalam hal menyajikan adegan aksi kembali merasa terpuaskan, bahkan lebih dari film pertamanya, karena sekuel ini punya momen-momen seru yang jauh lebih besar dan lebih gila. Yah, seperti yang sudah saya duga tentunya.
Tapi apa yang tidak saya duga adalah kentalnya unsur komedi dalam film ini. Bahkan boleh dibilang momen komedinya sering menutupi adegan aksi itu sendiri. Dari mana momen komedi itu berasal? Mari kita kupas satu persatu. Duo Stallone-Statham bisa dibilang adalah sosok paling serius dalam film ini, dan itupun mereka masih beberapa kali melontarkan baris kalimat yang lucu meski tidak selalu berhasil membuat saya tertawa. Lalu kemudian ada Dolph Lundgren yang untuk pertama kalinya saya sukai kemunculannya dalam film. Jika dalamfilm pertama peran Lundgren lebih sebagai penjahat maniak, maka dalam film ini ia masih seorang maniak pemabuk hanya saja lebih konyol. Pemasukkan latar belakang asli Lundgren sebagai seorang sarjana teknik kimia kedalam karakter Gunner yang ia perankan sering menjadi bahan guyonan. Begitu pula sikapnya yang semaunya sendiri. Sayangnya Jet Li yang selama ini selalu jadi bahan olok-oloknya hanya muncul diparuh awal film ini. Lalu ada Terry Crews yang punya peran jauh lebih besar dibanding film pertamanya. Celotehan-celotehan khas orang berkulit hitam yang ia keluarkan tidak pernah gagal memeriahkan suasana. Tapi tidak ada yang lebih menarik daripada kemunculan trio Schwarzenegger-Norris-Willis. Arnol dan Norris selalu menjadi scene stealers. Arnold muncul dengan berbagai guyonan seputar Terminator. Arnold yang memang terkenal jago dalam melontarkan baris kalimat menjadi sebuah memorable quote mengulanginya lagi disini. 

Tapi tentu saja yang paling gila adalah Chuck Norris. Dengan mengambil bahan guyonan dari Chuck Norris Facts yang menjadi fenomena internet, kemunculannya yang jika dihitung tidak sampai 10 menit berhasil mengundang tawa. Salut pada Chuck yang tidak malu memparodikan dirinya sendiri. Toh pada akhirnya dia justru terlihat keren. Bagaimana dengan Van Damme? Meski ini bukan pertama kalinya ia menjadi sosok penjahat, tapi bisa dibilang inilah perannya yang terbesar sebagai seorang villain. Secara mengejutkan pula sosoknya terlihat meyakinkan sebagai epnjahat flamboyan berdarah dingin. Pastinya jangan lupakan kemunculan tendangan khas dari Van Damme yang sudah kita kenal sejak Bloodsport dulu. Secara keseluruhan menanyakan kualitas cerita The Expendables 2 sama saja dengan menanyakan apakah seorang Rob Schneider akan memerankan tokoh dengan akting kualitas Oscar. Ceritanya sangat standar dan sangat banyak plot hole bertebaran dimana-mana, bahkan jika dibandingkan dengan film pertamanya sekalipun. Logika sama sekali tidak dipentingkan dalam film ini, yang penting banyak adegan aksi yang cepat, burtal, penuh ledakan besar dan tentunya melihat begitu banyak jagoan uzur beraksi bersama dalam satu frame jelas sebuah hal yang mengasyikkan. 


1 komentar :

  1. yang pengen nonton lagi silahkan dimari gan :D

    http://indomovie.us/blog/the-expendables-2-2012.html

    BalasHapus