INSIDIOUS (2011)

Tidak ada komentar
Horror dengan premis mengenai keluarga yang tinggal dirumah berhantu dan mengalami berbagai kejadian menyeramkan bukanlah hal yang baru. Franchise "Paranormal Activity" adalah salah satu film yang menawarkan hal tersebut. Saya sendiri termasuk dari (mungkin) sedikit orang yang mengatakan film tersebut tidak mengerikan dan malah cenderung membosankan. Dan kali ini sutradara James Wan dan penulis naskah Leigh Whannell yang terkenal lewat "Saw" kembali membuat film dengan premis serupa. Bedanya film ini ditampilkan dengan format biasa dan bukan bergaya mockumentary layaknya "Paranormal Activity".

Sepasang suami istri, Josh (Patrick Wilson) dan Renai (Rose Byrne) baru saja pindah kerumah baru bersama 3 orang anaknya. Mereka pindah rumah dengan harapan mendapat kehidupan baru yang lebih bahagia. Tapi harapan itu sepertinya hanya tinggal harapan saat beberapa kejadian aneh mulai mereka alami dirumah tersebut. Puncaknya saat putera mereka, Dalton (Ty Simpkins) terjatuh di loteng. Disaat sepertinya dia baik-baik saja dan hanya terluka kecil, keesokan harinya Josh dan Renai dibuat panik saat Dalton ditemukan tidak sadarkan diri layaknya sedang koma. Sampai 3 bulan Dalton berada dalam kondisi tersebut dan teror yang dialami Renai makin banyak saja. Dia makin sering melihat sosok misterius dirumah tersebut. Karena merasa tidak tahan, mereka memutuskan untuk kembali pindah rumah. Tapi tanpa mereka duga ternyata teror dari makhluk halus tersebut masih terus berlanjut.

Tidak seperti berbagai macam film hantu baik dari Hollywood maupun dari Indonesia yang seringkali menggunakan "false alarm" secara berlebihan ataupun sosok hantu yang terlalu narsis sehingga kemunculannya tidak lagi menyeramkan dan mengagetkan, hantu-hantu di "Insidious" muncul dengan porsi dan momen yang sangat tepat. Tidak ada kemunculan sia-sia dari gerombolan hantu di film ini. Berkali-kali saya dibuat kaget dan merinding dengan penampakan yang muncul. Kita seakan diberi tahu kalau penampakan sebentar lagi akan muncul tapi kita sama sekali tidak akan tahu kapan sebenarnya penampakan itu akan dimunculkan sehingga saat momen itu datang kekagetan dan kengerianlah yang saya dapat. Penggambaran sosok hantu yang muncul juga ikut menambah kengerian. Hantu disini tidak diperlihatkan asal seram dan bermuka rusak layaknya film hantu lokal tapi benar-benar mengerikan.  Dan sekali lagi momen kemunculannya seringkali tidak terduga.

Yang patut disayangkan adalah sedikit menurunnya tensi kengerian dan momen shocking setelah film melewati paruh kedua dimana kita mulai diajak beranjak dari ketidaktahuan dan kemisteriusan mengenai apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga itu dan mengapa hantu-hantu tersebut meneror mereka. Saat itu film mulai agak bergeser keranah fantasy yang untungnya tidak disajikan dengan membosankan sehingga walauun sudah tidak semenyeramkan paruh pertama, paruh kedua film ini tetap mengasyikkan diikuti. Akhirnya Hollywood mampu kembali menyuguhkan horror yang benar-benar horror.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar