THE SIMPSONS MOVIE (2007)

Tidak ada komentar
Sejak serial televisinya dimulai pertama kali tahun 1989 dan terus bertahan hingga kini dengan jumlah season mencapai 24 jelas The Simpsons bukanlah sebuah serial kartun biasa saja. Serial yang dibuat oleh Matt Groening tersebut sudah menjadi sebuah kultur dalam kehidupan masyarakat Amerika Serikat bahkan mungkin di seluruh dunia. Kisahnya yang begitu menggambarkan kehidupan keluarga di Amerika dan seringkali memberikan berbagai sindiran terhadap masalah-masalah sosial dengan metafora ataupun simbol yang lucu sekaligus cerdas adalah kekuatan utama yang selalu digemari oleh para penggemar serial ini. Walaupun begitu butuh waktu hingga 18 tahun sampai serial tersebut diangkat ke layar lebar. Sebenarnya proses pra-produksi sudah dimulai sejak tahun 2001, namun karena banyak faktor termasuk naskahnya yang hingga ratusan kali mengalami revisi akhirnya baru enam tahun kemudian film ini selesai dibuat. Naskahnya sendiri bukan ditulis hanya oleh satu atau dua orang melainkan 11 orang sekaligus! Jadi naskah macam apa yang dihasilkan dengan super keroyokan tersebut?

Filmnya berkisah tentang danau di kota Springfield yang benar-benar telah tercemar akibat banyaknya pembuangan limbah oleh warga setempat. Orang-orang yang peduli lingkungan seperti Lisa tidak dipedulikan "suaranya" oleh warga yang terus saja membuang sampah. Bahkan sampai Green Day sekalipun tewas gara-gara mengkampanyekan peduli lingkungan. Usaha sebenarnya telah dilakukan untuk menghalangi warga membuang sampah di danau seperti membuat tembok dan pagar pembatas. Tapi semua larangan tersebut tidak dipedulikan oleh seorang warga yang nekat membuang tumpukan kotoran babi yang sudah bercampur dengan kotorannya sendiri kedalam danau tersebut hanya agar ia tidak kehabisan waktu untuk mendapat donat gratis. Ya, siapa lagi dia kalau bukan Homer. Kotoran tersebut membuat danau Springfield kembali tercemar dan mencapai batas maksimum dan membuat beberapa hewan terkontaminasi. Hal tersebut diketahui oleh Russ Cargill, pimpinan EPA (Environmental Protection Agency) yang kemudian melapor pada Presiden Schwarzenegger yang mengambil "keputusan" untuk mengurung Springfield dalam sebuah kubah kaca raksasa.
Semua yang anda harapkan untuk muncul dalam kisah The Simpsons ada di film layar lebarnya ini. Sentilan tentang isu lingkungan hidup jadi yang utama disini. Tentang bagaimana kondisi masyarakat yang sudah tidak peduli dengan lingkungannya, tidak peduli dengan mereka yang memperjuangkan lingkungan, tapi pada akhirnya saat lingkungan sekitar mereka sudah benar-benar rusak barulah mereka mulai mengeluh. Tapi bukannya sadar dan introspeksi, banyak orang yang justru mencoba untuk mencari-cari kambing hitam yang bisa dipersalahkan. Padahal sebenarnya semua masyarakat ikut berperan dalam pencemaran lingkungan. Sebagaimana yang terlihat saat warga Springfield yang sering membuang sampah di danau langsung menyerang Homer dan menjadikannya seolah sebagai satu-satunya yang bersalah tanpa sadar bahwa mereka juga turut menyumbangkan pencemaran. Ada juga sentilan soal agama berkaitan dengan ramalan yang dikatakan oleh Grampa diawal film yang kemudian dipercayai oleh Marge sebagai petunjuk dari Tuhan tentang akan datangnya bencana. Ada sebuah dialog yang cukup mengena bagi saya yang dilontarkan oleh Homer sebelum masuk Gereja. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini, "Why can't I worship the Lord in my own way?" Sebuah dialog yang sangat tepat sasaran bagi saya, namun sayangnya perihal agama tidak algi disentil lebih jauh dan memberikan ruangnya bagi masalah lingkungan hidup.
Kisahnya memang terlihat untuk lebih diperbesar lagi skalanya. Sebuah keputusan yang tepat sebenarnya, karena untuk apa sebuah film The Simpsons dengan durasi hampir empat kali durasi tiap episode televisinya dibuat jika hanya menyoroti kisah dengan skala yang sama dengan di televisi? Namun jika hanya memperbesar saja jatuhnya menjadi kurang personal dan kurang bisa mengena bagi penontonnya meski berbagai sindiran tersebut tetap ditampilkan dengan cerdas dan lucu, tapi penonton butuh konflik yang lebih personal. Untuk itulah konflik keluarga Simpsons dibuat. Mulai dari Bart yang merasa kurang mendapat kasih sayang dari ayahnya, sampai konflik dalam hubungan antara Homer dan Marge. Meski tidak ditampilkan dengan buruk namun tema semacam itu adalah tema yang sudah sangat klise, dan meski ditampilkan dengan gaya The Simpsons yang absurd dan konyol, tetap saja ada beberapa bagian yang terasa klise. Meski begitu saya tetap menikmati bagaimana konflik keluarga tersebut dimasukkan, sehingga kisah keseluruhan tidak terasa kering dan masih memiliki hati. Apalagi saat melihat adegan video pernikahan Homer dan Marge yang diiringi lagu (They Long to Be) Close to You milik The Carpenters yang begitu indah dan romantis.

Pada akhirnya The Simpsons Movie tetap meneruskan semangat dan kualitas yang terus dibawa oleh serial televisinya. Mengangkat tema-tema dan isu sosial yang tengah terjadi dan dirangkum dalam sebuah humor satir yang absurd, cerdas dan sangat lucu namun bisa dicerna semua orang, film ini memberikan sebuah nuansa yang berbeda dan unik dalam dunia film animasi di layar lebar. Meski begitu saya sebenarnya mengharapkan sebuah kisah yang lebih didalamnya entah itu lebih mendalam, lebih pedas kritikannya karena mengingat serialnya yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Sayang sekali tema religius yang sempat disinggung tidak lagi dibahas lebih lanjut, karena rasanya akan sangat menarik. Yah, tapi tetap saja ini adalah sebuah film yang lebih dari memuaskan, dan saya mengharapkan sebuah sekuel.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar