REVIEW - POWER BALLAD
Hal yang saya kagumi dari karya-karya John Carney adalah kemampuan (kalau bisa disebut demikian) memanusiakan musik. Lagu/musik menemukan maknanya tatkala ia menjadi bermakna bagi individu, entah pembuatnya, yang memainkannya, atau sebatas para pendengar yang haus akan asupan rasa. Begitu pula dalam Power Ballad.
Rick Power (Paul Rudd) adalah musisi Amerika yang kini menetap di Dublin, Irlandia, bersama istri dan putri remajanya. Mimpi menjadi bintang rok pengguncang stadion telah lama (terpaksa) ia kubur, dan demi membayar segala tagihan, banting setir jadi vokalis band pesta pernikahan bernama "The Bride and Groove" pun dilakukan. Sesekali Rick coba membawakan lagu ciptaannya, yang selalu direspon dingin oleh para tamu yang berharap mendengarkan jajaran Top 40.
"Human jukebox". Demikian sebutan yang disematkan bagi Rick dkk. Tidak bisakah band yang hanya dituntut membawakan nomor-nomor terkenal milik musisi lain punya makna lebih? Bisa! Setidaknya itulah yang hendak diutarakan oleh naskah buatan John Carney dan Peter McDonald. Hanya saja, Rick belum menyadarinya.
Proses menemukan kesadaran tersebut berawal kala Danny Wilson (Nick Jonas) si mantan anggota boy band ternama berduet dengan Rick di atas panggung selaku tamu kehormatan sebuah pesta pernikahan. Malamnya, ia dan Rick menghabiskan berjam-jam berdua. Rick yang mengenang ambisi masa lalunya, juga Danny yang masih berambisi membuktikan kapasitas sebagai musisi serius, saling berkeluh kesah dalam obrolan dua kawan yang berbagi kesukaan serupa, sembari ditemani berbotol-botol bir serta rokok.
Carney masih jago mengolah obrolan sederhana dua penggila musik jadi momen asyik penyedot atensi penonton, yang diposisikan bak orang ketiga dalam lingkaran pertemanan singkat dua tokoh utamanya. Tentu mereka bakal mengadakan sesi jamming dadakan di sela-sela obrolan. Rick memberi masukan bagi album baru Danny, pun sebaliknya, Danny diajak menikmati nada-nada gubahan Rick.
Kemudian dimainkanlah How to Write a Song Without You, yang aslinya ditelurkan oleh otak brilian John Carney dan Gary Clark. Sebuah alunan catchy yang menolak lenyap dan senyap dari otak saya kendati hari demi hari sudah berlalu. Di semesta filmnya, dikisahkan bahwa Rick belum berhasil menyelesaikan lagu yang seketika mencuri hati Danny tersebut. Malam magis pun berakhir, dan keduanya mesti kembali menempuh kenyataan masing-masing.
Enam bulan berselang, dan album baru Danny mereguk sukses luar biasa berkat sebuah single yang membuat jiwa jutaan pendengar bertekuk lutut. Judulnya? How to Write a Song Without You. Pencurian karya telah terjadi. Tapi, seberapa pun kerasnya ia meyakinkan keluarga maupun rekan-rekan, Rick kesulitan membuktikan keabsahan tudingan kalau Danny mencuri lagunya. Pasalnya, tidak ada hasil rekaman selaku barang bukti.
Petualangan Rick menggugat keadilan, disajikan oleh Carney dalam wujud pembauran menyenangkan antara komedi ringan dengan drama sarat rasa sakit. Saya memahami alasan Rick sebegitu terluka, bahkan sampai di titik tercipta kesenjangan dengan keluarganya sendiri. Di mata protagonis kita, tidak hanya sekeping lagu atau potensi banjir harta hasil royalti yang dicuri, namun skenario impian di mana mimpi siang bolongnya menyabet kejayaan di industri musik dapat bertaut dengan realita.
Tapi sekali lagi, lagu baru menemukan maknanya tatkala ia menjadi bermakna bagi individu. How to Write a Song Without You lebih punya makna mendalam bagi Rick ketimbang Danny. "It's just a nice song" ucap Danny pada kekasihnya, Marcia (Havana Rose Liu), yang kemudian merespon, "But it's real". Masalahnya, makna lagu tersebut tidaklah nyata untuk Danny.
Power Ballad bukan semata mendiskusikan kompleksitas tangga nada, tapi kisah-kisah di baliknya yang banyak menyertakan rasa-rasa milik manusia. Berpijak pada prinsip tersebut, John Carney menggelar adegan klimaksnya yang luar biasa efektif memorak-porandakan dinding pertahanan emosi penonton. Memanfaatkan daya bunuh tinggi dari korus How to Write a Song Without You, Carney memotret pemandangan indah tatkala sebuah lagu akhirnya memberi makna bagi manusia-manusia yang berkaitan dengannya.


Tidak ada komentar :
Comment Page:Posting Komentar