Tampilkan postingan dengan label Antonio Negret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antonio Negret. Tampilkan semua postingan
OVERDRIVE (2017)
Rasyidharry
Overdrive adalah satu dari sekian banyak tontonan kelas dua yang berusaha mengekor kesuksesan seri Fast & Furious, berharap sebagian target pasar franchise raksasa itu tergoda oleh kemiripan yang ditawarkan. Formulanya memang serupa. Mobil mewah, perempuan cantik, aksi gila melawan logika, sampai plot soal pencurian yang memaksa tokoh utamanya membentuk sebuah tim. Kebetulan Scott Eastwood sebagai salah satu cast The Fate of the Furious turut ambil bagian memerankan Andrew Foster sang protagonis.
Cerita dalam naskah besutan Michael Brandt dan Derek Haas sebetulnya generik. Andrew bersama adik tirinya, Garett (Feddie Thorp) merupakan dua bersaudara pencuri mobil yang mesti berurusan dengan mafia sekaligus kolektor mobil antik bernama Jacomo Morier (Simon Abkarian) akibat "tanpa sengaja" mencuri koleksi barunya. Keduanya dipaksa mengambil mobil milik saingan bisnis Morier, Max Klemp (Clemens Schick) yang konon terkenal bengis. Intinya hanya itu. Tapi Brandt dan Haas menumpahkan banyak belokan tajam, karakter tambahan, serta sub-konflik, menghasilkan setumpuk kerumitan.
Hampir 10 menit sekali muncul masalah baru yang dibawa oleh tokoh baru pula, menjadikan durasi 93 menitnya penuh sesak. Semua didasari usaha memberi kompleksitas yang sesungguhnya tak perlu, sebab sering kali poin plotnya mengundang tanya, "untuk apa?". Tidak jarang keputusan karakternya justru menyulitkan diri sendiri. The kind of stupidity that hide behind unnecessary complexites. Belum lagi, mengikuti semangat film heist, twist beraneka ragam khususnya soal rencana pencurian bakal bergantian muncul ke permukaan. Kejutan yang tidak terduga, bukan karena kepintaran naskah mengecoh penonton, melainkan murni bentuk "penipuan" yang tiba-tiba saja terjadi.
Tentu bodoh. Sebodoh rencana Andrew dan kawan-kawan yang tak nampak disusun oleh para ahli di bidangnya. Namun kebodohan tersebut sulit dipungkiri, terasa menyenangkan. We love surprises. Kala Overdrive yang overstuffed ini dikemas penuh kesadaran atas kebodohan miliknya, penonton pun tinggal duduk menikmati sambil mengistirahatkan otak. Dan walau keterbatasan biaya (dan imajinasi) menghalangi kegilaan maksimum seperti inspirasi terbesarnya, Antonio Negret selaku sutradara masih punya visi mencukupi dalam membuat brainless action set piece. Duel (literally) mobil melawan pesawat adalah contoh terbaik.
Beberapa kali Andrew dan Garrett membicarakan ayah mereka. Selain demi menanamkan (secara paksa) drama keluarga, seolah merupakan nod bagi si pemeran utama. Scott Eastwood memang masih tenggelam di balik bayang-bayang sang ayah. Mungkin pesonanya masih amat jauh dibanding Clint, tetapi Scott menampilkan charm memadahi, cukup merepresentasikan sosok jagoan keren sesuai kebutuhan film. Ana de Armas sebagai Stephanie, kekasih Andrew, dan Gaia Wess sebagai Devin si pencopet pun serupa, walau bukan tokoh-tokoh dengan dengan penulisan solid, telah memenuhi kebutuhan filmnya selaku car movie akan aktris berparas cantik. Overdrive is fun. Brainless fun. Just don't expect more.
Agustus 04, 2017
Action
,
Ana de Armas
,
Antonio Negret
,
Clemens Schick
,
Cukup
,
Derek Haas
,
Feddie Thorp
,
Gaia Wess
,
Michael Brandt
,
REVIEW
,
Scott Eastwood
,
Simon Abkarian
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


