LAWRENCE OF ARABIA (1962)

1 komentar
Film ini berbasis kehidupan dari T.E. Lawrence, seorang tentara Inggris yang mempunyai peranan sangat besar dalam "Arab Revolt", yaitu peperangan pasukan Arab menghadapi Turki yang berlangsung antara 1916-1918. Tokoh T.E. Lawrence sendiri diperankan oleh Peter O'Toole yang merupakan aktor peraih nominasi Oscar terbanyak sebagai "Best Actor" tanpa sekalipun menang yaitu 8 kali termasuk dalam film ini dimana dia kalah oleh Gregory Peck (To Kill a Mockingbird). Selain "Best Actor", film ini juga mendapat 9 nominasi lain dimana 6 diantaranya berhasil dimenangkan termasuk "Best Picture" dan "Best Director" untuk sutradara David Lean.

Film dibuka dengan adegan kematian T.E. Lawrence (Peter O'Toole) yang meninggal dalam kecelakaan motor pada 1935. Dia dimakamkan di St Paul's Cathedral dimana itu dilakukan untuk menghargai segala macam jasa yang telah dia berikan. Film kemudian kembali ke masa dimana Lawrence sedang bertugas dalam Perang Dunia I. Dia lalu ditugaskan untuk menuju Arab guna memantau pasukan Arab yang dipimpin Prince Faisal (Alec Guinness) dalam pergerakan mereka melawan Turki. Disana Lawrence juga bertemu dengan Sherif Ali (Omar Sharif) yang awalnya berselisih paham dengan Lawrence dan tidak menyukainya.
 
Tapi diluar dugaan Lawrence mampu mendapat kepercayaan Prince Faisal dan mulai membuat rencana dalam peperangan dan memimpin pasukan Arab bersama Sherif Ali. Lawrence yang awalnya diremehkan lambat laun mulai diakui bahkan oleh Ali sendiri setelah menunjukkan aksi heroiknya. Bahkan Lawrence mulai diakui sebagai salah satu rakyat Arab. Tapi masih banyak rintangan yang menanti tidak hanya dari pihak musuh tapi dari pihak Arab sendiri yang masih belum bisa bersatu dalam bendera Arab tapi masih berpihak pada suku masing-masing.

Durasi film yang mencapai 206 menit atau hampir 3 setengah jam ternyata tidak melelahkan setelah saya selesai menonton film ini. Cara David Lean dalam menyajikan film yang dikenal sebagai salah satu film epic terbaik sepanjang masa ini memang menarik. segala konflik mulai dari konflik politik, konflik batin dalam diri Lawrence hingga tentunya serunya peperangan semua dihadirkan bergantian dengan porsi yang seimbang dan sama menariknya. Walaupun tidak sekuat film perang modern macam "Platoon" ta dalernyata film yang menghadirkan peperangan jaman dulu ini masih bisa memberikan kesan "neraka dunia" dalam peperangan dan itu terlihat nyata dalam diri T.E. Lawrence yang sangat sering mengalami tekanan dalam perang itu yang mayoritas muncul jika berhubungan dengan hilangnya nyawa seseorang. Sayangnya film ini masih kurang dalam menyajikan hal itu sehingga masih belum bisa membuat saya tersentuh dengan segala kehilangan atau tekanan yang dialami oleh Lawrence. Untuk film berdurasi lebih dari 3 jam jelas itu kekurangan yang besar,

Hal lain yang membuat "Lawrence of Arabia" tidak membosankan dengan durasinya yang super lama itu adalah faktor art direction, sound, dan cinematography yang nyaris sempurna dimana 3 hal tersebut juga diganjar Oscar. Tata kostum dan lokasi yang begitu detil dan memanjakan amta digabung dengan pengambilan gambar khususnya di setting outdoor yang mayoritas menampilkan gurun pasir ditampilkan dengan "keindahan" tersendiri dan menambah kesan penderitaan perang yang terjadi. Iringan musik yang khas timur tengah juga sangat tepat penggunaannya. Lalu, seperti yang saya bilang tadi bahwa pengembangan kejiwaan T.E. Lawrence adalah hal yang sangat menarik. Hal itu tidak akan terjadi tanpa akting luar biasa dari Peter O'Toole. Ekspresinya memancarkan penderitaan, kebimbangan, kebanggaan dan berbagai perasaan lain dengan begitu sempurna.

RATING:

1 komentar :

  1. Anonim4:55 PM

    gak tau knpa gak terlalu suka nih film,, mngkin agak kontroversial kali yah...

    BalasHapus