THE TOWN (2010)

Tidak ada komentar

Peruntungan seorang Ben Affleck sebagai aktor bisa dibilang naik turun. Dia sempat masuk nominasi Golden Globe dan juga mendapat banyak hit film di box office. Tapi dia juga termasuk langganan nominasi razzie. Bahkan dalam kurun 2001-2004 dia 3x masuk nominasi sebagai "Worst Actor" dan memenangkan salah satunya. Tapi lain halnya saat dia berada dibalik layar entah itu sebagai sutradara ataupun penulis naskah. Sebagai penulis naskah dia pernah memenangkan Oscar untuk "Best Original Screenplay" lewat Good Will Hunting yang dia tulis bersama Matt Damon. Lalu dia menulis skenario untuk Gone Baby Gone yang sekaligus menjadi debut Ben Affleck menjadi sutradara.

Walaupun tidak menang Oscar, tapi film itu mendapat pujian para kritikus. 3 Tahun setelah debutnya itu, dia kembali menyutradarai film disaat karirnya sebagai aktor tengah meredup. Bedanya kali ini selain menjadi sutradara dan script writer, dia juga menjadi main actor dalam The Town yang merupakan adaptasi dari sebuah novel. Apakah Ben berhasil mengembalikan peruntungannya sebagai aktor sekaligus membuktikan bahwa debutnya sebagai sutradara sukses bukan sekedar kebetulan?

Boston merupakan kota yang terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Dan didalam kota itu juga ada lokasi yang seakan menjadi titik pusat kriminal dimana tingkat perampokan bank sangat tinggi dan banyak orang berprofesi sebagai perampok. Nama tempat itu adalah Charlestown. Film ini dibuga dengan aksi perampokan yang dilakukan 4 sekawan, Doug, Jem, Gloansy, dan Dez. Mereka merampok sebuah bank dengan menggunakan topeng sebagai penyamaran. Dalam pelarian diri mereka menjadikan sang manajer bank, Claire sebagai sandera.


Tanpa disangka Claire bertempat tinggal didekat mereka, sesama orang Charlestown. Doug memutuskan untuk membuntuti keseharian Claire untuk berjaga andaikan gadis itu melapor pada polisi atau FBI. Tapi penguntitan itu malah berujung dengan jatuh hatinya Doug pada Claire. Claire yang tidak tahu kalau pria didepannya adalah salah satu kawanan perampok yang menyanderanya juga merasakan perasaan yang sama. Seorang agen FBI Adam Frawley menjadi orang yang mengusut kasus ini. Dia juga memantau Claire bahkan mulai mencurigai Doug dan yang lain. Doug yang sudah berniat berhenti merampok akhirnya terpaksa mengambil resiko untuk kembali merampok atas bujukan sahabatnya Jem dan karena diancam oleh sang pimpinan bahwa Claire akan dibunuh jika dia tidak kembali merampok.

Kekuatan utama film ini adalah pada adegan perampokan dan baku tembak sekaligus kejar-kejaran yang terjadi antara gerombolan perampok dan FBI. Adegan-adegan tersebut disajikan dengan tensi yang tepat dan membuatnya menjadi menegangkan. Sebagai pemanis dalam tiap perampokan 4 sekawan ini mengenakan kostum atau topeng yang menarik seperti salah satunya topeng biarawati yang menyeramkan. Diluar adegan action film ini juga tetap terasa menarik dengan adanya bumbu romansa Doug dan Claire sekaligus penyelidikan yang dilakukan Adam Frawley. Singkat kata penyutradaraan Ben Affleck disini sangat berhasil dan membuktikan dia memang punya kualitas dan bukan hanya beruntung dalam film pertamanya dulu.

Kekuatan lain film ini juga berada di jajaran cast yang tampil baik. Ben Affleck sukses men-direct dirinya sendiri. Hal yang cukup sulit dilakukan dan cuma sedikit yang bisa melakukannya. Disamping Ben Affleck mungkin saat ini hanya Clint Eastwood yang bisa menyutradarai film yang mana dirinya menjadi bintang utama dengan baik. Jon Hamm sebagai agen Frawley juga sukses menampilkan seorang agen yang punya insting dan kecerdasan tinggi untuk bisa mengungkap kasus perampokan yang dilakukan para profesional. Tapi yang paling baik adalah Jeremy Renner sebagai Jem. Sahabat karib Doug sekaligus yang paling "gila" diantara 4 sekawan perampok bank ini. Baik saat merampok atau dikehidupan biasa, Renner berhasil menghidupkan tokoh Jem dengan menarik. Hal yang membuat kemampuan aktingnya makin diakui pasca tahun lalu dinominasikan Best Actor Oscar lewat The Hurt Locker. Tahun ini Renner juga mendapat nominasi Best Supporting Actor di Golden Globe walopun cukup sulit untung menang karena harus bersaing dengan Christian Bale, Michael Douglas, dan Geoffrey Rush

OVERALL: Walaupun terasa agak overrated jika melihat tanggapan kritikus yang memuja film ini setinggi langit dan layak menang oscar (buat saya nominasi sudah cukup baik buat film ini) tapi harus diakui untuk kategori film heist, film ini memang salah satu yang terbaik saat ini.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar