LOVE AND OTHER DRUGS (2010)

Tidak ada komentar

Setelah dipertemukan sebagai pasangan pada tahun 2005 lewat film "Brokeback Mountain", kali ini Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway kembali bermain sebagai pasangan di film ini. Bedanya kali ini Jake bukan berperan sebagai seorang koboi gay melainkan sebagai sales obat yang playboy. Film yang disutradarai oleh Edward Zwick (The Last Samurai, Blood Diamond) ini diadaptasi dari sebuah buku non-fiksi berjudul "Hard Sell: The Evolution of a Viagra Salesman". Sebelum filmnya rilis banyak berita yang mengatakan kalau akting Anne Hathaway disini akan menjadi salah satu yang patut diperhitungkan menjadi nominator "Best Actress" Oscar. Hal itu dikarenakan dia berperan sebagai seorang penderita parkinson,  jenis peran yang bila dilakukan dengan baik memang berpeluang besar dinominasikan Oscar.

Jamie Randall (Jack Gyllenhaal) yang bekerja di sebuah toko elektronik adalah seorang pria yang tampan, berkarisma, lucu dan jago merayu wanita. Hal yang membuat dia menjadi seorang playboy. Tapi akibat terlalu menarik dia malah menjalin hubungan dengan istri pemilik toko tempat dia bekerja. Sialnya hubungan mereka ketahuan gara-gara saat sedang berhubungan sex, handphone sang istri pemilik toko terjatuh dan secara tidak sengaja menelepon sang suami. Hal yang menyebabkan mereka ketahuan dan Jamie pun dipecat. Tapi tidak butuh waktu lama baginya mendapat pekerjaan baru. Kali ini dia melamar di sebuah perusahaan farmasi raksasa bernama Pfizer. Dia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai salesman obat yang kerjanya menawarkan obat-obat dari Pfizer kepada dokter-dokter dan banyak rumah sakit. Walaupun awalnya kesulitan, berkat daya tarik yang dia miliki Jamie mulai berhasil dalam menjalankan pekerjaannya.

Lewat pekerjaannya itu juga dia bertemu dengan Maggie Murdock (Anne Hathaway) seorang gadis yang menderita parkinson. Pada awalnya Jamie kurang berhasil menarik perhatian Maggie. Sebuah hal yang sebelumnya tidak pernaj dialami Jamie. Merasa penasaran dia malah terus mendekati Maggie dan akhirnya dia berhasil. Mereka mulai sering bertemu dan berhubungan sex.
Seiring dengan makin lancarnya hubungan Jamie dengan Maggie, pekerjaannya juga semakin lancar saat obat baru bikinan Pfizer mengguncang dunia. Yak, apalagi kalau bukan "Viagra". Tapi keberhasilan Jamie itu malah membuat hubungannya dengan Maggie agak terganggu karena dia mulai sibuk. Disisi lain, penyakit parkinson yang diderita Maggie mulai sedikit bertambah parah.

Paruh awal film ini begitu menarik bagi saya. Kelucuan yang ditampilkan cukup efektif dan seimbang dengan drama yang ada. Bahkan itu masih bertahan sampai momen hubungan Jamie dan Maggie dimulai. Tapi seiring berjalannya film lebih jauh, kesan yang dihadirkan malah kehilangan sentuhan komedi dan lebih menjurus kearah drama yang lebih serius. Hal yang tidak masalah sebenarya andaikan drama yang dihadirkan mampu menyentuh penontonnya. Kandungan sex yang cukup kental dihadirkan disini dimana cukup banyak adegan sex yang vulgar dan cukup panas. Sayangnya konten sex yang awalnya cukup menyegarkan itu makin lama justru agak terasa membosankan. Hal-hal itu disebabkan oleh sebuah faktor yaitu "durasi". Durasi yang makan waktu 112 menit atau hampir 2 jam memang terasa sangat panjang. Dimana terjadi pengulangan sex yang melulu dan ditambah kandungan drama yang kurang menyengat membuat 112 menit terasa lama.

Untungnya film ini memiliki duo Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway. Keduanya bermain bagus dan maksimal dalam karakternya masing-masing. Jake sebagai Jamie terasa begitu cocok. Dari sanannya Jake memang sudah tampan dan punya pesona tingkat tinggi yang bisa membuat banyak wanita terpesona. Dan itu makin dia maksimalkan dalam perannya sebagai Jamie. Aksi komedinya juga efektif membuat penonton tertawa. Makin jelaslah kalau seorang Jake Gyllenhaal mampu berperan sebagai karakter apapun mulai dari remaja autis di "Donnie Darko", pria yang berselingkuh denga istri kakaknya di "Brother", pangeran Persia jago parkour di "Prince of Persia" dan sekarang menjadi sales obat berdaya pesona tinggi dan playboy. Dan dia selalu total dalam tiap perannya dimana kali ini Jake berani beradegan seks dengan cukup vulgar.

Anne Hathaway juga berperan abgus seperti yang dia sajikan di mayoritas filmnya. Sama dengan Jake, Anne bisa berperan sebagai banyak karakter dengan baik. Agen rahasia di "Get Smart", gadis lugu yang berubah menjadi pecandu fashion di "Devil Wears Prada", ratu anggun tapi agak aneh di "Alice in Wonderland" dan sekarang sebagai gadis seniman yang terkena parkinson. Masalahnya, karakter Maggie Murdock yang dia mainkan disini kurang mendapat eksplorasi lebih. Dari background yang ada, karakter ini punya potensi menjadi tokoh unik yang bisa mengantarkan Anne Hathaway ke nominasi Oscar. Tapi itu tidak terjadi karena sosok Maggie yang terkena parkinson dan seorang seniman seakan hanya menjadi tempelan belaka dan sangat jarang dieksplorasi. Sebuah hal yang membuat karakter tersebut tak ubahnya karakter wanita biasa dalam film drama komedi walaupun Anne Hathaway sudah berperan maksimal. Yap, maksimal dan sama seperti Jake dia cukup vulgar disini.

OVERALL: Kurang bisa menjaga tensi akibat durasi kepanjangan membuat "Love and Other Drugs" kurang berkesan dihati saya walaupun agak tertolong oleh akting duo pemainnya.

RATING:

Tidak ada komentar :

Comment Page: