A: AKU, BENCI, DAN CINTA (2017)

22 komentar

Perbedaan tipis benci dan cinta, gangguan-gangguan mengesalkan yang ternyata bentuk ekspresi malu-malu atas perasaan suka, tentu kita familiar dengan rupa-rupa gejolak asmara kawula muda semasa SMA di atas. Dalam A: Aku, Benci, dan Cinta, kondisi serupa dialami Anggia (Indah Permatasari) dan Alvaro (Jefri Nichol). Anggia setengah mati membenci Alvaro, cowok paling populer di sekolah sekaligus ketua OSIS dengan Anggia sebagai wakilnya. Baginya Alvaro tak berotak maupun hati, hanya playboy bermodal tampang penggoda belasan cewek naif yang telah menjadi korbannya. Apalagi, Alvaro kerap sengaja memancing amarah Anggia.


Polanya bisa ditebak. Alvaro sejatinya menyimpan cinta, begitu pula Anggia yang akhirnya luluh juga. Keduanya hanya terlalu ragu atau gengsi mengakui apalagi mengungkapkan isi hati. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Alvaro menyimpan rahasia tentang persahabatan dengan Alex (Brandon Salim) dan Athala (Amanda Rawles), bagaimana tiga sahabat itu terpecah akibat cinta segitiga, serta kondisi Athala yang telah beberapa lama koma di rumah sakit. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wulanfadi, debut penyutradaraan Rizki Balki ini mengandung setumpuk potensi pembeda bila dibandingkan mayoritas romansa putih abu-abu. 
Komedinya segar. Dasar ide dari naskah buatan Alim Sudio (Surga Yang Tak Dirindukan 2, Jilbab Traveler, Pesantren Impian) mampu diwujudkan oleh Rizki Balki menjadi serangkaian sempilan momen absurd hasil imajinasi karakternya, misal saat Anggia dikuasai rasa malu sampai ingin loncat dari atap sekolah. Didukung pula kebolehan Indah Permatasari memerankan cewek galak cenderung kasar yang jangankan marah sambil berteriak, bogem mentah pun tidak ragu dia lemparkan. She could be our future romcom queen. Para pembuatnya sadar betul keunggulan sisi komedik filmnya, menumpahkannya sebanyak mungkin, yang saking efektifnya, kerap mendistraksi aspek dramatik.

A: Aku, Benci, Dan Cinta seolah bingung menentukan waktu pula cara untuk tampil serius. Bahkan penjelasan sebab Athala koma pun berujung kelucuan disengaja yang seharusnya tak perlu ada. Tensi pertikaian mengenai cinta segitiga yang dua kali menimpa Alvaro dan Alex urung mencapai titik maksimal, khususnya karena persahabatan yang telah berlangsung lama pun konon demikian solid itu tak pernah terasa meyakinkan. Konflik Alvaro-Alex-Athala dan kisah Alvaro-Anggia yang akhirnya bersinggungan bagai dua gagasan yang saling bertabrakan mencuri fokus tanpa sanggup membaur bersinergi. 
Begitu juga paparan percintaan. Walau diberkahi insting humor mumpuni, Rizki Balki kurang cakap merangkai sisi manis romantisme remaja. Lihat ketika Alvaro dan Anggia berduet menyanyikan lagu ciptaan berdua (Alvaro membuat melodi dari puisi Anggia). Mixing jernih ala suara CD mengundang kesan artificial, menghilangkan ungkapan emosi, melemahkan momentum. Segala interaksi protagonis bakal berlalu tak berbekas andai tiada Indah Permatasari dan Jefri Nichol di jajaran lead. Bersenjatakan jangkauan emosi semakin luas dibandingkan performanya pada Dear Nathan, Jefri makin piawai memainkan sosok berandalan dengan tingkah seenaknya, tapi punya pesona kuat guna menggaet hati baik karakter lain atau penonton. 

A: Aku, Benci, Dan Cinta merupakan komedi romantis masa SMA yang lebih ampuh menggelakkan tawa daripada memancing gejolak rasa manis asmara. Toh cukup mengasyikkan dikonsumsi sebagai hiburan ringan. Di sisi lain turut memberi panggung bagi Indah Permatasari dan Jefri Nichol menunjukkan kapasitas mereka lebih jauh. Setidaknya untuk beberapa waktu ke depan, Jefri Nichol akan kokoh jadi raja film SMA yang selalu memancing jerit histeris penonton remaja. Sementara Indah Permatasari membuktikan bahwa ia perlu mendapat pengakuan, layak dipercayakan memikul beban pemeran utama. 

22 komentar :

  1. Lead cast Jefri-Amanda udah bosen kali ya, Bang ? Jadi gimana Bang, chemistry Jefri-Indah ? One Fine Day, Jefri-Michelle, biar ada penyegaran ya, Bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jefri-Indah asyik, pasangan yang bisa combine romance+komedi. Kalau One Fine Day sih karena Michelle andalannya Screenplay, toh tetep ada Amanda juga :D

      Hapus
    2. Iya sempet ada yang bilang film A ini katanya kurang baper. Mungkin karena ada unsur komedinya kali ya Bang.

      Jadi intinya Jefri-Amanda udah sepaket ya Bang. Meskipun mereka berdua gak jadi lead cast.

      Hapus
    3. Yah, buat remaja memang nggak terlalu bikin baper, cuma jerit-jerit lihat Jefri Nichol di balik piano jalan terus haha

      Tetep sepaket, penarik minat fans soalnya

      Hapus
    4. Hahaha, berarti lebih baper Dear Nathan ya, Bang ? Pasti annoying banget tuh Bang pas lagi scene-nya seru cewe-cewe malahan pada histeris.

      The Next Dimas Anggara-Michelle Ziudith ya, Bang ?

      Hapus
    5. Ah nggak apa, sendirinya juga pengen histeris lihat Indah kok haha.
      Soal fanbase mungkin belum (but soon) segede Dimas-Michelle, tapi soal kualitas lebih baik

      Hapus
    6. Hahaha, yakin bakalan ada niat buat histeris Bang sama Indah yang karakternya galak gitu ? Jadi inget sama Laras di Stip & Pensil yang Indahnya sama-sama jadi karakter yang galak.

      Nichol mencuat lewat Pertaruhan ya, Bang ? Kalau Amanda mulai kedengeran gaungnya lewat film apa ya, Bang ?

      Hapus
    7. Justru itu, my kind of girl :D
      Nichol pertama di Pertaruhan, tapi bener-bener tenar baru Dear Nathan. Kalau Amanda di ILY 38.000 ft, walau bukan itu debutnya

      Hapus
    8. Walah, tipe cewe galak ya yang disukai sama Bang Rasyid, hahaha.

      Nah iya kalau di Pertaruhan mungkin masih kalah pamor sama Adipati sama Aliando tuh Bang.

      Wah, gak ngeh saya di ILY 38.000 FT ada Amanda. Soalnya fokus ke Michelle sama Rizky, hehehe.

      Hapus
    9. Itu lho Amanda jadi cewek kedua :)

      Hapus
  2. Indah Permatasari kayaknya disukai sama MD Picture ya? Apa cuma aku aja yang merasa dia kurang dikenal ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indah memang "aktris MD", macam Ernest di Starvision, Michelle di Screenplay, Abimana di Falcon, etc. Banyak yang nggak ngeh aja Indah itu bintang iklan kulit manggis haha

      Hapus
    2. Haha aku juga ngga ngeh.. cuma sering liat dia di film sejak masa kejayaan Na*ato

      Hapus
    3. Nggak apa, masa kelam awal karir. Pamela Bowie & Amanda Rawles juga senasib kok :D

      Hapus
    4. Hahaha masa kelam haha

      Hapus
  3. Halo bang rasyid haha. Aku fans blog ini dari lama dan baru kali pertama ini ngasih komentar. Biasanya sehati bgt sama bang rasyid, cmn entah kenapa bisa suka sama film ini dan baper bgt (lbh suka ini daripada DN malahan hehe). Tp emg banyak adegan yg dirusak sih, yang harusnya udah nguras air mata malah dipotong sama lelucon kaya adegan suster misalnya. Apalagi adegan ketabrak itu kayanya bener2 bangsat haha, satu studio ketawa lepassss disaat yg harusnya narik simpati penonton. But overall, aku suka sama film ini, baper maksimall. Haha, mungkin seleranya jauh dibawah bang rasyid kali ya ��.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kampret kan, mestinya sedih malah ada cabe-cabean nongol hahaha
      Ah nggak ada itu "selera jauh di bawah", lagian bisa dipahami kok kalau baper sama film ini. Not a bad movie, afterall :)

      Hapus
  4. Lagi..jefri nichol dan amanda rawless...wajah sma ad bule buleny....klo jefri Ma indah jdi inget nicho dan dian sastro..dian kan mukany indonesia asli bgtu juga indah ..gadis makasar puny

    BalasHapus
  5. Lagi..jefri nichol dan amanda rawless...wajah sma ad bule buleny....klo jefri Ma indah jdi inget nicho dan dian sastro..dian kan mukany indonesia asli bgtu juga indah ..gadis makasar puny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi lebih ganteng Jefri dibanding Nic *eh*

      Hapus
  6. Untuk suasana SMA saya lebih suka Dear Nathan karena lebih realistis aja, disini sma-nya kaya ala2 sinetron. Nah yang momen alasan athala jadi rada aneh, masukin cabe-cabean kan jadi wtf moment

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang memang, tone-nya jadi jomplang

      Hapus