THE HITMAN'S BODYGUARD (2017)

18 komentar
Dalam The Bodyguard (1992), Kevin Costner memerankan bodyguard yang bertugas melindungi Whitney Houston, seorang diva. Sesosok jagoan tangguh menjaga bintang ternama yang tak berdaya. Normal. Namun dalam The Hitman's Bodyguard, Michael Bryce (Ryan Reynolds) harus mengawal Darius Kincaid (Samuel L. Jakcson), salah satu pembunuh bayaran paling berbahaya. Absurditas premis itulah sumber daya tarik karya terbaru Patrick Hughes (The Expendables 3) yang rupanya sampai delapan minggu menjelang pengambilan gambar masih berstatus drama serius. Melihat kelakar Reynolds-Jackson, juga pembawaan over-the-top Hughes, transformasi menuju kekonyolan jelas tepat.

Michael Bryce adalah agen berstatus triple A yang menyediakan proteksi bagi kriminal kelas kakap. Hingga kematian salah satu klien menghancurkan karirnya dan Bryce kini hanya bodyguard untuk penjahat kelas teri atau korporat pecandu narkoba, dengan mobil butut dan botol plastik penyimpan air kencing. Di sisi lain, tengah berlangsung persidangan terhadap diktator keji Belarusia, Vladislav Dukhovich (Gary Oldman) di mana Darius Kincaid jadi saksi kunci. Namun perjalanan membawa Kincaid ke Mahkamah Internasional berlangsung kacau akibat pengkhianatan dalam Interpol, memaksa Agen Roussel (Elodie Yung) meminta bantuan Bryce yang notabene mantan kekasihnya. Masalahnya, Bryce dan Kincaid merupakan musuh bebuyutan yang sudah berulang kali coba saling bunuh.
Konon penulisan ulang naskah buatan Tom O'Connor terjadi pasca Reynolds dan Jackson resmi direkrut. Mudah memahami alasannya. Jackson seperti kita tahu jago bersumpah serapah (khususnya "motherfucker") sedangkan Reynolds piawai melontarkan celotehan bernada sinisme yang teruji lewat Deadpool. Naskah dirombak demi memfasilitasi kelebihan keduanya, alhasil meski beberapa adegan berbasis dialog berlangsung kepanjangan, chemistry Jackson-Reynolds ditambah keahlian plus ketepatan timing komedi mereka cukup solid menjaga dinamika. Terbentuk love/hate bromance relationship kacau (in a good way) yang mengekspresikan benci dengan saling pukul bahkan tembak, dan cinta dengan membunuh musuh masing-masing. 
Di jajaran pemeran pendukung, Salma Hayek sebagai Sonia, istri Kincaid, ikut menggila, dengan mulut tidak kalah busuk, mengeskalasi tingkat humor berkat sikap seenaknya. Baik memakai ucapan atau pukulan, semua pihak dibantai habis, dari teman satu sel di penjara sampai Interpol. Elodie Yung tampil dalam tipikal serupa Salma, hanya saja porsinya lebih minim. Agak disayangkan kala Gary Oldman melalui performa megalomania miliknya banyak menghabiskan waktu duduk di ruang sidang, padahal kegilaan menyenangkan yang paling kita kenal dalam karakter Norman Stansfield di Leon: The Professional kembali terpancar. Satu hal pasti, Hayek, Yung, dan Oldman, sebagaimana dua pemeran utamanya, terlihat bersenang-senang. 

Seolah didorot hasrat yang teredam di The Expendables 3, Hughes meluapkan segala amunisinya, terkait guyonan maupun sekuen aksi. Pondasinya sama, kemunculan di waktu tak terduga. Belum semua berhasil memang. Beberapa momen medioker berseliweran, tapi secara keseluruhan masih efektif menjaga minat menonton berkat keberhasilan menghindari rasa film aksi generik. The Hitman's Bodyguard pun berujung hiburan yang enggan terbatasi sekat-sekat akal sehat. Kejar-kejaran intens melibatkan mobil, motor, dan speedboat misalnya, memperlihatkan kapasitas Hughes membuat set-piece aksi dinamis tanpa perlu mengeksploitasi ledakan. You won't find this movie as a memorable piece of action cinema, but its madness definitely worth the ticket price

18 komentar :

  1. "i saw the sign" bagian paling ngakak 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. "This man single-handedly ruined the word 'motherfucker'" juga kampret :D

      Hapus
  2. Bung dah review film turah blom yach

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah, coba cari aja di tag Film Indonesia. Soalnya review lama, pas JAFF 2016 kemarin

      Hapus
  3. Sip..bung..maklum baru tau turah rilis dbioskop skarang ini yah

    BalasHapus
  4. Review atomic blonde bang wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah kan udah sebelum review yang ini

      Hapus
  5. Anonim10:43 AM

    Mas bakal review defenders ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengennya sih, tapi baru kelar 3 episode. Dan bagus :)

      Hapus
  6. gan, untuk budget terbatas macam ane bagusnya nonton yang mana ya gan ? atomic blonde atau the Hitman's Bodyguard ?? soalnya ratingnya sama2 3,5

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pengen pure fun, santai, pilih Hitman's Bodyguard. Kalau cari yang ceritanya lebih solid, Atomic Blonde.

      Hapus
    2. oke deh gan, kayaknya ane cari yang ceritanya lebih solid aja.
      soalnya kalau dipikir2 lg The Hitman's Bodyguard kok agak mirip R.I.P.D lucu tp tidak memorable
      nice review gan :)

      Hapus
    3. Kalau dibandingin sih lebih fun The Hitman's Bodyguard, baik di komedi atau action

      Hapus
    4. Dibandingin RIPD maksudnya :)

      Hapus
  7. emang ya yg namanya film komedi itu ga bisa ditahan ketawanya, walaupun saya tidak ngerti bahasanya tapi melihat dari gerakannya udah bikin mules...

    BalasHapus
  8. Bang, review the dark tower kapan? Hehe

    BalasHapus
  9. Actionnya beberapa kok ya teringat The raid berandal ya mas? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sure. The Raid & Berandal itu mengubah gaya & standar film action dunia :D

      Hapus